Semakin ke sini, hidup terasa semakin cepat. Tak terasa dari badan yang dulunya kecil, masih menggunakan seragam merah putih, dengan perpaduan dasi dan rompi merah menempel di dada, berat badan hanya 29 kg saat ditimbang, sekarang sudah mempunyai tinggi hampir sekitar 175 cm, raut wajah tegas, bulu halus tumbuh dimana-dimana, sudah tidak memakai seragam lagi. Waktu terlalu cepat, macam singa mengejar kijang, mencabik-cabik mangsanya, melahap habis daging merah itu. Sangat kejam. Dua hari yang lalu, gue menginjak umur dua puluh tahun. Dalam istilah orang dewasa yang sering kita dengar disebut berkepala dua. Dalam istilah pencinta bola, umur segitu sudah melewati lima kali piala dunia. Kalau dihitung-hitung dalam matematika sd, berarti sudah dua dasawarsa. Di umur dua puluh masih banyak teman yang berleha-leha hidupnya. Saat ditanya mengenai masa depan, mereka malah menjawab, “nanti aja mikirin masa depan. Masih muda.” Ada pula juga yang di umur dua puluh, mereka hi...