Langsung ke konten utama

Berasa jadi ganteng


"Selamat tinggal handphone lama !" kira kira kalimat itu yang bisa gue ucapkan kepada handphone gue yang lama kalo dia hidup.

Setelah sekian lama gue berdoa dan bertapa di wc sekolah selama tujuh hari tujuh malam. akhirnya doa gue terkabulkan ! gue punya handphone baru !

Perasaan gue campur aduk. dilain sisi gue senang, karena sudah mempunyai handphone baru, tapi dilain sisi gue sedih, karena harus meninggalkan handphone gue yang lama. yang sudah menemani gue dikala senang dan sedih. handphone lama gue itu, sudah gue anggap sebagai temen sendiri. bahkan sahabat.

Sahabat gue yang lama itu, nokia. nggak tau keluaran tahun berapa. yang pasti gue masih inget, sahabat gue itu dibeliin ketika gue masih kelas 6 sd. hadiah ulang tahun dari orang tua.

Dulu pertama kali dibuka dari kotak handphonenya masih bagus, sekarang sudah berbanding terbalik. warnanya yang dulu kuning cerah, sekarang sudah menjadi kuning buluk. muncul bercak bercak putih akibat warna kuning dari chasing-nya yang terkelupas. keypad yang dulu berwarna putih, sekarang sudah menghitam. tragis.

ini penampakan nokia yang sudah ditinggalkan gue. nggak tega ngeliatnya.


Tampak dari depan. dia terlihat sedih ketika melihat pemiliknya menggeletakannya begitu saja
Tampak dari belakang. terlihat punggungnya sudah terlihat beberapa jahitan oleh double tip.
Ya memang sedih mengingat kenangan masa lalu gue bersama dia. karena di setiap saat dia selalu menemani gue. gue belajar ditemenin, gue tidur ditemenin, gue boker ditinggalin. katanya takut kecebur.

Selamat tinggal sahabat lama !

Sekarang gue sudah punya pengganti sahabat lama gue itu. andromax c2, yang gue beli dari abang gue sendiri. ya, gue beli dari abang gue sendiri.

Walaupun kata orang lain jelek, nggak sebagus samsung atau iPhone. gue tetap bangga. karena gue ini pertama kalinya gue beli handphone pakai uang sendiri. nggak minta uang dari orang tua.

Semenjak gue punya sahabat baru itu, gue sudah mulai ada peningkatan level di sosial media. yang dulu gue hanya punya twitter dan facebook. sekarang gue udah punya path, instagram, youtube, WhatsApp, bbm, line.

"Ciee yang udah punya path sekarang.. malem malem bukannya belajar, malah nge-add path gua"
"Ciee yang ada bbm.. makin banyak aja deh fans adek kelasnya nanti, jadi anak gaul dah sekarang"
"Akhirnya pal lu punya WhatsApp juga, jadi gua nggak harus sms lu lagi dah. pulsa gua habis buat sms lu doang pal hahaha"

Semenjak gue mendengar ucapan dari temen temen sekelas gue itu. gue berasa jadi ganteng.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merasa asing

Gue merenungkan tulisan raditya dika dari bukunya mengenai koala yang berasal dari New South Wales, Australia. ceritanya begini, koala itu bermigrasi dari hutan tempat tinggalnya. beberapa bulan kemudian, ia kembali ke hutan tempat dia tinggal. namun, ternyata selama dia pergi, hutan yang pernah menjadi rumahnya ditebang, diratakan dengan tanah oleh para penebang liar. Si koala kebingungan kenapa tempat tinggalnya tidak seperti dulu. ia hanya bisa diam , tanpa bisa berbuat apa pun. ia duduk sendirian. memandangi sesuatu yang dulu sangat diakrabinya dan sekarang tidak dikenalinya. Sebenernya gue juga pernah merasakan hal yang dirasakan Si koala itu. 'sesuatu yang dulu sangat diakrabi dan sekarang seperti tidak dikenali'. tapi yang gue rasakan bukan kepada tempat seperti Si koala yang diceritakan diatas, tapi lebih kepada teman yang dulu pernah dekat, tapi sekarang udah tidak lagi. Salah satunya temen sd gue, Ibnu. Ibnu ini saudara dari saudara gue. jadi, gue punya ...

Boker diwaktu yang tidak tepat

Pada bulan bulan awal tahun 2011 pas gue smp dilewati dengan kegiatan kegiatan sekolah yang menyibukan. entah ada try out terus menerus yang hanya berselang seminggu, mengerjakan soal soal pelajaran yang akan di ujiankan tanpa henti, dan masuk sekolah jam 6 pagi atau yang biasa disebut jam 0 untuk belajar tambahan. ya itu semua dilakukan hanya untuk satu tujuan. lulus ujian nasional. "Ah ah ah ah   Ah ah ah ah Ah ah ah oh Ah ah ah ah I always knew you were the best the coolest girl I know"

Menulis Komedi

Gue termasuk salah satu penggemar hal-hal yang berbau komedi. Entah dari buku maupun film. Gue suka aja ketawa, karena dengan ketawa seolah-olah hidup jadi tenang dan damai. Masalah-masalah pun jadi hilang sementara. Karena keseringan baca buku komedi, gue suka cekikikan sendiri. Mereka orang yang ngeliat dari jauh pasti pada bingung ngeliat seseorang ketawa sendirian. Termasuk Nyokap. Gue pernah baca buku The Idiots buku dari Chetan Bhagat penulis asal India di ruang tamu. Gue ngakak terus baca buku itu. Nyokap yang ngeliat akan hal ganjil ini berkata, “Fal, kamu gak gila, kan ?” “Nggaklah ! Ini ketawa lagi baca buku. Bukunya lucu,” jawab gue kalem. Gue lanjut baca buku lagi. Kali ini ketawanya lebih ngakak daripada sebelumnya. “KAMU NOFAL, KAN ?” Nyokap panik. “KELUAR KAMU DARI BADAN NOFAL! DIA ORANG BAIK-BAIK!” Ya, gara-gara ketawa terus baca buku, gue dianggap kesurupan mahluk halus. Kenapa ya gue bisa ketawa ? Pasti ada formula penulisan yang membuat itu jadi lucu. Di s...