Langsung ke konten utama

Lebaran Pun Tiba

Lebaran tahun ini gue menginjak umur delapan belas tahun. Nggak terasa ternyata gue udah  setua ini, perasaan kemarin-kemarin gue masih anak kecil yang mempunyai muka lucu dan imut-imut cabang jenglot. Dengan umur segini banyak hal yang gak bisa gue lakukan layaknya dulu saat gue masih kecil. Contohnya : mengemis minta uang ke om dan tante seenaknya. Kalau dulu masih enak, gue bisa merengek minta uang sampai tidur-tiduran di lantai. Kalau sekarang. kayaknya gue gak bakal bisa melakukan hal (gila) itu lagi. Time is change.

Di hari lebaran nanti mungkin gue juga nggak akan bisa ngebohongin adik gue lagi, berhubung dia sekarang udah besar. Waktu dulu, saat adik gue masih kecil, gue sering boongin dia dengan tukeran uang. Gue nuker uang dua lembar seribuan dengan satu lembar dua puluh ribuan. Gue bilang ke adik gue, “Kalau dua lembar itu jumlahnya lebih banyak daripada satu lembar”. Ya, adik gue terima-terima aja. Karena umurnya waktu itu baru lima tahun.

Kalau dipikir-pikir masa lalu gue suram (banget) juga ya.

Tahun ini gue nggak pulang kampung, mengingat beberapa bulan lalu kakek gue meninggal dunia. Jadi nggak ada tempat untuk pulang kampung lagi, soalnya kakek nenek gue sekarang udah nggak ada. Paling hanya kumpul-kumpul keluarga besar aja antara om, tante, dan sanak saudara.

Ngomong-ngomong kumpul keluarga besar, pasti nanti semuanya pada nanyain ke gue, ‘Nopal, kamu keterima dimana ?’  Ya, itu pertanyaan yang paling ngeselin menurut gue, karena sekarang gue belum keterima di perguruan tinggi manapun. Kalau dibilang statusnya apa, bisa di bilang ‘tanpa status’. Pelajar bukan, jadi mahasiswa juga bukan. Mungkin saat sedang kumpul keluarga nanti, gue akan ngumpet di kamar mandi seharian.

Oiya, nanti gue akan mencoba tes di Politeknik Negeri Jakarta. Doain ya semoga keterima. Jadi kalau ada yang nanya, ‘Nopal, kamu keterima dimana ?’ gue bisa jawab dengan suara lantang, ‘PNJ!’.

Segitu dulu aja postingan pendek dari gue, soalnya gue lagi sibuk belajar :p. Selamat hari raya idul fitri 1436 H bagi yang merayakan !


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merasa asing

Gue merenungkan tulisan raditya dika dari bukunya mengenai koala yang berasal dari New South Wales, Australia. ceritanya begini, koala itu bermigrasi dari hutan tempat tinggalnya. beberapa bulan kemudian, ia kembali ke hutan tempat dia tinggal. namun, ternyata selama dia pergi, hutan yang pernah menjadi rumahnya ditebang, diratakan dengan tanah oleh para penebang liar. Si koala kebingungan kenapa tempat tinggalnya tidak seperti dulu. ia hanya bisa diam , tanpa bisa berbuat apa pun. ia duduk sendirian. memandangi sesuatu yang dulu sangat diakrabinya dan sekarang tidak dikenalinya. Sebenernya gue juga pernah merasakan hal yang dirasakan Si koala itu. 'sesuatu yang dulu sangat diakrabi dan sekarang seperti tidak dikenali'. tapi yang gue rasakan bukan kepada tempat seperti Si koala yang diceritakan diatas, tapi lebih kepada teman yang dulu pernah dekat, tapi sekarang udah tidak lagi. Salah satunya temen sd gue, Ibnu. Ibnu ini saudara dari saudara gue. jadi, gue punya ...

Boker diwaktu yang tidak tepat

Pada bulan bulan awal tahun 2011 pas gue smp dilewati dengan kegiatan kegiatan sekolah yang menyibukan. entah ada try out terus menerus yang hanya berselang seminggu, mengerjakan soal soal pelajaran yang akan di ujiankan tanpa henti, dan masuk sekolah jam 6 pagi atau yang biasa disebut jam 0 untuk belajar tambahan. ya itu semua dilakukan hanya untuk satu tujuan. lulus ujian nasional. "Ah ah ah ah   Ah ah ah ah Ah ah ah oh Ah ah ah ah I always knew you were the best the coolest girl I know"

Ujian Praktek dan Ask.fm

Dua minggu ini, gue sedang menjalani ujian praktek. Yang mana ujian praktek ini merupakan salah satu syarat kelulusan dari sekolah. Hampir semua pelajaran di ujikan dalam ujian praktek ini. Di situ saya kadang merasa sedih. Di lain sisi gue seneng karena nggak belajar. Sekarang gue udah menjalani satu minggu, jadi hanya tersisa satu minggu lagi. Pelajaran-pelajaran yang sulit untuk ujian praktek sudah terlewati semua. Pada awalnya sih deg-degan sebelum ujian karena gue berpikir kalo nggak bisa ngelakuin apa yang akan diujikan, nanti pasti dimarahin sama gurunya. Jadi gue sering menyendiri untuk menghapalkan yang di ujikan sebelum ujian praktek. Ternyata ketika ujian praktek berlangsung nggak separah yang gue pikirkan. Malah ada guru yang ketawa. Jadi gue bawa santai. Saking santainya, pernah gue  mencoba bercanda sama gurunya. tapi gurunya nggak mau bercanda sama gue. sakit. Karena gue tau ujian praktek nggak menegangkan. Latihan drama pun dibawa santai juga. Sa...