Langsung ke konten utama

Merasa asing


Gue merenungkan tulisan raditya dika dari bukunya mengenai koala yang berasal dari New South Wales, Australia. ceritanya begini, koala itu bermigrasi dari hutan tempat tinggalnya. beberapa bulan kemudian, ia kembali ke hutan tempat dia tinggal. namun, ternyata selama dia pergi, hutan yang pernah menjadi rumahnya ditebang, diratakan dengan tanah oleh para penebang liar. Si koala kebingungan kenapa tempat tinggalnya tidak seperti dulu. ia hanya bisa diam , tanpa bisa berbuat apa pun. ia duduk sendirian. memandangi sesuatu yang dulu sangat diakrabinya dan sekarang tidak dikenalinya.

Sebenernya gue juga pernah merasakan hal yang dirasakan Si koala itu. 'sesuatu yang dulu sangat diakrabi dan sekarang seperti tidak dikenali'. tapi yang gue rasakan bukan kepada tempat seperti Si koala yang diceritakan diatas, tapi lebih kepada teman yang dulu pernah dekat, tapi sekarang udah tidak lagi.

Salah satunya temen sd gue, Ibnu. Ibnu ini saudara dari saudara gue. jadi, gue punya saudara perempuan, nah dia punya saudara lagi namanya ibnu. gitu.

Sabtu kemarin, gue dan keluarga sedang makan di salah satu restoran di dalam Margo City . sambil menunggu pesanan makanan datang, gue melanjutkan membaca buku koala kumal yang baru dibeli. tiba tiba adik gue datang ke meja gue, lalu menunjuk seseorang dan bilang "Kak kayaknya ada ibnu tuh, temen sd kakak, tapi gak tau ibnu atau bukan sih, dari samping mukanya mirip ibnu".

Gue yang sedang membaca buku, melihat ke arah laki-laki yang ditunjuk hana. orang itu duduknya membelakangi gue, jadi gak keliatan mukanya. kalo dilihat dari rambut kepalanya, kayaknya bukan ibnu. lalu gue melanjutkan baca buku lagi.

Kak ojan, kakak gue, gak berapa lama setelah mendengar perkataan hana, dia langsung keluar dari restoran sambil melirik-lirik ke arah orang yang disangka ibnu oleh hana. gerak-geriknya melirik ibnu mirip copet profesional yang sedang mengincar mangsanya. sebenernya saat itu gue pengin iseng ngomong "SECURITY ! ITU ADA COPET ! ADA COPET !".sambil nunjuk-nunjuk ke arah kak ojan.

Dia kembali ke tempat duduknya disebelah gue. kak ojan menceritakan apa yang dia lihat. orang yang disangka ibnu oleh hana sepertinya bukan ibnu, tapi hanya mirip. "Gue sapa ah, siapa tau ibnu. sekalian gue mau balik ke kost-an" kata kak ojan sambil membawa tas, lalu menuju orang tersebut.

Gue melihat kak ojan berjalan dengan lamban dengan punggungnya yang tertutupi tas. dia memanggil orang yang sedang duduk, tidak lama orang itu menengok. raut muka wajahnya terlihat jelas. ternyata beneran ibnu. mereka berdua mengobrol dengan ekpresi wajah nyengir ala iklan odol sikat gigi. lalu kak ojan menunjuk ke muka gue, yang seakan memberi isyarat ke Ibnu 'Disitu ada nopal'.

"Oi!" sapa canggung gue dari kejauhan.

Gue berjalan lurus ke meja tempat ibnu duduk. pelan tapi pasti. yang ada dipikiran gue adalah nanti ngomongin apa ya. sudah enam tahun setelah lulus sd, kita berdua belum pernah ketemu lagi. pasti cangggung banget kalo ngobrol. apakah gue main kata kataan bapak aja supaya seru kayak dulu ?

"Oi pal apa kabar ? la.....gi sama keluarga lo ya ?" mata ibnu tertuju pada meja yang terdapat ibu dan tante gue.

"I....ya nih." jawab gue gagap, sembari menggaruk garuk pantat.

Seperti pada umumnya teman yang berpisah lama dan bertemu lagi, kita bertanya kabar satu sama lain. tapi kita berdua ngobrol tidak berlangsung lama, kalau bisa dihitung gak sampai satu menit. ngobrolnya semakin lama semakin canggung dan bingung mau ngomong apa, lalu Ibnu langsung mengakhiri pembicaraan "Oke, sukses ya". gue cuma bisa jawab "I...i...ya..".Ibnu kembali ngobrol dengan pacarnya. gue kembali ke meja dan baca buku. dua perbedaan yang kontras.

Gue ngerasa asing. kita berdua seperti udah nggak ada chemistry teman seperti dulu lagi. padahal, dulu saat gue sd, gue sering main sama dia, nginep di rumah dia, ngobrolin banyak hal. tapi sekarang rasanya udah beda. mungkin karena kita sudah tidak pernah bertemu lagi setelah lulus sd.

Berbeda dengan teman gue, adit, teman smp. ketika kita bertemu di salah satu tempat (biasanya di rumah dia) gak ada yang berubah. chemistry-nya masih seperti yang dulu. jadi setiap kali gue ketemu, kita bego-bego-an-kayak-dulu. kadang juga gue masih manggil adit dengan panggilan nama bapaknya, pak edi. setelah itu gue digampar.

Ya walaupun chemistry-nya nggak terlalu sama ketika masih smp, setidaknya kita masih dekat. setelah lulus smp, kita masih sering ketemuan. tiga bulan sekali atau liburan semester gue menyempatkan untuk bertemu, sekedar untuk main. itu yang membuat membuat chemistry kita gak hilang.


Sebenernya masih banyak sih, temen-temen gue yang seperti gue ceritakan di paling atas. problem-nya sama : karena sudah tidak bertemu sekian lama. yuk, mari kita jalin hubungan dengan teman lama kita, sebelum mempunyai rasa canggung satu sama lain ketika bertemu, walaupun hanya sekedar main saja. anjas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Interview With Alita Biani (Kakaknya Tissa Biani)

Instagram/alitabiani Melihat artis di televisi rasanya sudah terlalu sering. Gegap gempita dunia hiburan. Popularitas yang naik hari demi hari. Privasi yang hampir sudah tidak ada lagi, karena hampir masuk acara gosip setiap hari. Itu yang membuat gue nggak penasaran dengan kehidupan para artis, toh, kehidupannya hampir semuanya kita ketahui di televisi . Belakangan ini, gue lagi suka melihat sosial media salah satu teman SMP,  Alita Biani .  Ia adalah seorang kakak dari  Tissa Biani , artis sinetron dan film. Hampir di setiap  insta-story  –nya selalu bersama sang adik. Dan ini perlahan membuat gue penasaran. Gimana sih, kehidupan kakak seorang artis dan apa rasanya ? Berbekal dengan jiwa jurnalistik terpendam di dalam dada, akhirnya gue memberanikan DM dia Twitter , bertanya apakah pengin diwawancara atau nggak. Bagai gayung bersambut, ternyata Alita membolehkan gue mengubek-ngubek kehidupan dia. Nggak usah berlama-lama, ini adalah hasil wawan...

KONSULTAMBAH

Setelah bermeditasi berminggu-minggu di dalam kamar mandi (baca: mencret gak sembuh-sembuh), gue menemukan sebuah ide brilian untuk inovasi blog gue. Seperti rubrik dalam majalah, gue akan membuat rubrik baru, namanya KONSULTAMBAH. KONSULTAMBAH merupakan singkatan dari Konsultasi Mbah. Layaknya seorang mbah dukun menjawab pertanyaan dari pasiennya, di sini gue akan menjadi Mbah yang akan menjawab pertanyaan yang masuk dari pembaca. Masih bingung ? bentar, gue berubah jadi Mbah dulu. … Kamu sering ketemu orang gila ? Kamu suka mencret-mencret selama satu tahun ? Atau pacar kamu suka selingkuh sama belalang ? Jangan resah, jangan takut, jangan boker sembarangan. Tenang, Mbah punya solusinya. Di sini, Mbah akan menjawab pertanyaan atau keresahan apa yang sedang kamu alami dengan cerdas dan tolol. Di bawah ini ada beberapa testimoni setelah ke KONSULTAMBAH : “Sebelum saya ke KONSULTAMBAH, makanan anak saya hanya bakso biasa, sehingga prestasinya selalu menurun. Setel...

Tukeran Link

Di postingan kali ini, gue pengin nge- share alamat blog temen-temen gue. Biar blog gue sama temen-temen banyak yang baca juga hehe. Tapi, kalo kalian pengin tukeran link juga sama gue, silahkan komen di bawah atau email gue aja ya. Syaratnya cumin satu aja, alamat blog gue udah ditaruh di blog kalian dulu. Nanti baru gue taruh di sini. Terima kasih :D - https://landastanpabatas.blogspot.com (Herdi Alif Hakim) - https://relative19.blogspot.com (Hotlas Mora Sinaga) - https://worldthroughmyeyeglasses.wordpress.com (Elva Mustika Putri) - https://gamalmuhammad.blogspot.co.id (Gamal Muhammad Adam)