Langsung ke konten utama

Nulis, Nulis, dan Nulis

Halo pembaca setia blog gue ! (Kalo emang ada yang baca). Sekarang gue lagi sibuk ngumpulin tulisan-tulisan lama gue dari blog, maupun diary bodoh gue sendiri. Beberapa tulisan nanti ada yang gue re-writing (tulis kembali) dan yang lainnya hanya gue edit, supaya enak dibaca dan dimengerti. Lalu, gue buat naskah, dan kirim ke salah satu penerbit buku yang gue impikan dari dulu. Entah diterima atau nggaknya, liat nanti aja. Uhuy !

Emang, salah satu impian gue dari dulu adalah pengin banget bikin buku. Tapi pas gue coba, ternyata susah banget. Harus ada beberapa tahapan untuk bias bikin buku novel. Yaudah, gue bikin yang paling gampang dulu : ngumpulin diary.

Anyway, gue juga lagi belajar nulis sastra. Semacam puisi gitu, tapi bukan puisi juga sih. Soalnya kalau bikin puisi harus ada kaidah-kaidahnya setau gue. Dan itu ribet. Banget. Kadang, gue nulis sastra tersebut dalam bentuk sebuah cerita. Karena gue lebih gampang nulis kalau dibuat alur cerita.

Biasanya, tulisan sastra yang gue tulis adalah bagaimana perasaan yang gue alami saat itu, jadi feel-nya lebih dapet. Terus juga, nanti tulisannya akan gue posting di blog. Tapi, bukan blog yang ini, gue akan buat satu blog lagi khusus untuk tulisan sastra. Tulisannya juga akan lebih serius dibandingkan blog yang ini, jadi harus dipisahkan, terus pake karet dua (kayak beli nasi goreng).

Jadi, setiap satu hari gue harus nulis tulisan sastra dan re-writing tulisan lama gue. Dan, itu,  lumayan, menguras ,otak, gue. Semoga selama gue mengerjakan kesibukan ini, IQ gue nggak turun sepuluh persen.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merasa asing

Gue merenungkan tulisan raditya dika dari bukunya mengenai koala yang berasal dari New South Wales, Australia. ceritanya begini, koala itu bermigrasi dari hutan tempat tinggalnya. beberapa bulan kemudian, ia kembali ke hutan tempat dia tinggal. namun, ternyata selama dia pergi, hutan yang pernah menjadi rumahnya ditebang, diratakan dengan tanah oleh para penebang liar. Si koala kebingungan kenapa tempat tinggalnya tidak seperti dulu. ia hanya bisa diam , tanpa bisa berbuat apa pun. ia duduk sendirian. memandangi sesuatu yang dulu sangat diakrabinya dan sekarang tidak dikenalinya. Sebenernya gue juga pernah merasakan hal yang dirasakan Si koala itu. 'sesuatu yang dulu sangat diakrabi dan sekarang seperti tidak dikenali'. tapi yang gue rasakan bukan kepada tempat seperti Si koala yang diceritakan diatas, tapi lebih kepada teman yang dulu pernah dekat, tapi sekarang udah tidak lagi. Salah satunya temen sd gue, Ibnu. Ibnu ini saudara dari saudara gue. jadi, gue punya ...

Boker diwaktu yang tidak tepat

Pada bulan bulan awal tahun 2011 pas gue smp dilewati dengan kegiatan kegiatan sekolah yang menyibukan. entah ada try out terus menerus yang hanya berselang seminggu, mengerjakan soal soal pelajaran yang akan di ujiankan tanpa henti, dan masuk sekolah jam 6 pagi atau yang biasa disebut jam 0 untuk belajar tambahan. ya itu semua dilakukan hanya untuk satu tujuan. lulus ujian nasional. "Ah ah ah ah   Ah ah ah ah Ah ah ah oh Ah ah ah ah I always knew you were the best the coolest girl I know"

Menulis Komedi

Gue termasuk salah satu penggemar hal-hal yang berbau komedi. Entah dari buku maupun film. Gue suka aja ketawa, karena dengan ketawa seolah-olah hidup jadi tenang dan damai. Masalah-masalah pun jadi hilang sementara. Karena keseringan baca buku komedi, gue suka cekikikan sendiri. Mereka orang yang ngeliat dari jauh pasti pada bingung ngeliat seseorang ketawa sendirian. Termasuk Nyokap. Gue pernah baca buku The Idiots buku dari Chetan Bhagat penulis asal India di ruang tamu. Gue ngakak terus baca buku itu. Nyokap yang ngeliat akan hal ganjil ini berkata, “Fal, kamu gak gila, kan ?” “Nggaklah ! Ini ketawa lagi baca buku. Bukunya lucu,” jawab gue kalem. Gue lanjut baca buku lagi. Kali ini ketawanya lebih ngakak daripada sebelumnya. “KAMU NOFAL, KAN ?” Nyokap panik. “KELUAR KAMU DARI BADAN NOFAL! DIA ORANG BAIK-BAIK!” Ya, gara-gara ketawa terus baca buku, gue dianggap kesurupan mahluk halus. Kenapa ya gue bisa ketawa ? Pasti ada formula penulisan yang membuat itu jadi lucu. Di s...