Langsung ke konten utama

Takut dibacok.

Gue akan menceritakan pengalaman gue kemarin di mall bersama keluarga gue.

Tepatnya kemarin hari senin gue diajak ke sebuah mall didaerah cibinong bersama ibu dan adek gue yang bernama hana untuk beli sepatu. soalnya sepatu gue cuma punya 1 dan itu mulai rusak. entah kenapa gue mau ikut, padahal gue paling males jalan jalan ke mall bareng keluarga, karena pasti lama banget belanjanya. akhirnya gue ikut ke mall dengan style seadanya, pakai kaos, jaket, celana gombrong, dan sendal adek gue "woles". sebenernya gue pengen pake sendal swallow tapi gak jadi, takut diusir sama satpam karena dikira gembel.


Jarak rumah gue ke mall kurang lebih 5 km. gue ngitung dengan ilmu perkiraan gue. gue berangkat sekitar jam 10.30 dan sampai di mall jam 10.45. setelah gue dan ibu gue parkir di basement, masuk lah gue ke mall. "dingin juga ya na ? gak kayak rumah kita kalo jam segini panas. paling ada kipas angin doang" kata gue. "iya nih dingin banget" kata hana. "Besok besok kita pindahin rumah kita aja yuk kesini, biar dingin hahaha" kata gue berusaha ngelawak. "gak lucu kak...." sahut hana.

Setelah gagal melucu, gue memisahkan diri dari ibu gue dan hana karena mereka berdua ingin membeli baju. gue mulai mencari ke tempat tempat sepatu, mulai dari payless, sport station, hingga pizza hut. gue tidak menemukan sepatu ditempat pizza hut, ternyata itu tempat makanan bukan tempat sepatu.

Mulailah gue mencari cari di tempat yang lain karena gak yang gue suka modelnya dari tempat itu.
tempat kedua....
tempat ketiga....
tempat keempat...
gak ketemu juga. akhirnya gue memutuskan untuk menemani ibu gue dan hana berbelanja baju aja.

Gue menyusul ke tempat  ibu gue dan hana berada, dan gue tiba di tempat matahari. disitu ada banyak baju, celana, jaket, jas, jas hujan, celana dalam, tukang cilok.

Ditempat itu seperti mall mall biasanya selalu ada mba mba atau mas mas yang jagain barangnya. itu yang membuat gue males banget berbelanja di mall, karena setiap gue ngeliat barang (padahal gue cuma mau liat liat aja), mba mbanya atau mas masnya langsung nyamperin gue dan langsung bilang "ada yang bisa saya bantu?" seakan akan gue mau maling. itu membuat risih banget buat gue sebagai pembeli. aturan gak usah ada yang jagain, pasang aja 50 cctv per ruangan. insya Allah gak bakal ada maling, tapi uangnya tekor untuk beli cctv.

Di tempat matahari itu ternyata ada tempat sepatu, dan mata gue tertuju ke tempat itu dan langsung menuju kesana meninggalkan ibu gue dan hana yang sedang memilih milih baju untuk dirampok. ada banyak merk disana seperti league, cole, bata, batako, semen. gue sekarang sedang berdiri ditempat league melihat lihat model sepatu yang gue ingin cari. sempet tertarik pada 1 model sepatu league tapi masih kurang sreg modelnya, dan gue melihat sepatu itu terus. tiba tiba ada mba mba yang jaga barang muncul dari samping, dan dia ngeliatin gue dengan tatapan tajam, mungkin dia menganggap gue ingin mencurinya. karena gue kesel diliatin mulu, gue berpikir untuk ngerjain mba mba ini. gue coba pake sepatu itu. dan ternyata kekecilan."mba ini gak ada ukuran yang lebih besar ?" tanya gue ngerjain "oh ada mas, itu ukurannya ada semua sampai yang paling besar ukuran 45" mbanya jawab. "yaudah, tolong ambil ukuran yang 43 dong mba saya ingin nyoba ". kata gue nyuruh mba mbanya like a boss. berhubung disitu ada tempat duduk, gue duduk untuk nungguin mba mbanya.

Beberapa menit kemudian, mba mbanya dateng ke arah gue membawa dua kotak sepatu. "nih mas coba yang 43 dulu, kalo gak muat saya bawa yang 44" kata mbanya. 'kayaknya mba mbanya tau nih kalo lagi gue kerjain mangkanya dia bawa dua, supaya nggak bulak balik lagi' kata gue dalam hati. "saya coba dulu ya mba" sahut gue. gue buka kotak sepatunya, buka bungkusnya terus gue pake sepatunya. masih agak kekecelan gitu dikaki gue. "sepatu yang ini masih kekecilan mba, coba saya pake yang itu" kata gue. mba mbanya pun mengambil kotak sepatu yang ukuran 44 didekatnya, lalu memberikan ke gue. hal yang sama seperti yang tadi, gue buka kotak sepatunya, buka bungkusnya, terus gue pake sepatunya. dan yang ini masih kekecilan juga. terlalu pas dikaki gue, padahal belom makai kaos kaki. dengan memberanikan diri gue ngomong ke mba mbanya "yah mba ini terlalu pas banget dikaki, katanya tadi ukurannya sampai 45 kan mba ? ada nggak ? saya mau coba yang itu deh mba siapa tau muat sama kaki saya"."iya ada mas, coba saya cari dulu" jawab mbanya dengan nada yang lebih tinggi dari sebelumnya tapi tetap tersenyum. mbanya pun pergi untuk mencarikan sepatu untuk gue.

Bereberapa detik kemudian, mba mbanya balik lagi dengan membawa satu kotak sepatu. berbeda dengan yang tadi ,sekarang lebih cepat datangnya. gue pun mencoba memakai sepatu tersebut. sebenernya sih ukurannya pas sama kaki gue, tapi modelnya gue kurang sreg karena udah biasa banget. model sepatunya league hitam, bertali hitam, bawahnya putih. gue ingin bilang sama mba mbanya, ukurannya pas tapi gak suka sama modelnya, tapi gue takut setelah gue ngomong kayak gitu mba mbanya langsung berubah jadi monster. Akhirnya gue menemukan cara untuk ngasih kode ke mba mbanya tapi tidak dengan lisan, dengan mimik wajah gue yang menunjukan bahwa gue tidak suka dengan model ini. gua ngaca sambil ngeliatin sepatunya terus selama lima menit berharap mba mbanya bilang "gak cocok ya mas ?". tiba tiba ibu gue dan hana dateng  ke gue dengan belanjaannya yang banyak. "gimana sepatunya udah dapet ?" kata ibu gue. "ini udah dapet, bagus gak ?" jawab gue, berharap ibu gue berpendapat  sepatunya gak cocok. "bagus sih, model sepatunya mirip sama yang lama dong ? ganti aja yang lain, jangan yang sama mulu." kata ibu gue. 'alhamdulillah, ibu gue emang sehati sama anaknya' kata gue dalam hati. "Yaudah mba, saya mau liat liat sepatu yang lain dulu ya mba, sepatu yang ini sama modelnya kayak sepatu saya yang lama" kata gue sambil melepaskan sepatu leaguenya. "sssssshhhhhhhh.... iya" kata mbanya dengan muka emosi tapi tetap tersenyum. gue, ibu gue dan hana pergi meninggalkan tempat itu untuk mencari sepatu yang lain. sesekali gue ngeliat kebelakang, takut mba mba yang tadi ngejar gue bawa parang. 

akhirnya gue mendapatkan sepatu dengan model yang gue inginkan, gue membelinya ditempat yang sama dimatahari. tapi bukan ditempat league, takut dibacok.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Interview With Alita Biani (Kakaknya Tissa Biani)

Instagram/alitabiani Melihat artis di televisi rasanya sudah terlalu sering. Gegap gempita dunia hiburan. Popularitas yang naik hari demi hari. Privasi yang hampir sudah tidak ada lagi, karena hampir masuk acara gosip setiap hari. Itu yang membuat gue nggak penasaran dengan kehidupan para artis, toh, kehidupannya hampir semuanya kita ketahui di televisi . Belakangan ini, gue lagi suka melihat sosial media salah satu teman SMP,  Alita Biani .  Ia adalah seorang kakak dari  Tissa Biani , artis sinetron dan film. Hampir di setiap  insta-story  –nya selalu bersama sang adik. Dan ini perlahan membuat gue penasaran. Gimana sih, kehidupan kakak seorang artis dan apa rasanya ? Berbekal dengan jiwa jurnalistik terpendam di dalam dada, akhirnya gue memberanikan DM dia Twitter , bertanya apakah pengin diwawancara atau nggak. Bagai gayung bersambut, ternyata Alita membolehkan gue mengubek-ngubek kehidupan dia. Nggak usah berlama-lama, ini adalah hasil wawan...

KONSULTAMBAH

Setelah bermeditasi berminggu-minggu di dalam kamar mandi (baca: mencret gak sembuh-sembuh), gue menemukan sebuah ide brilian untuk inovasi blog gue. Seperti rubrik dalam majalah, gue akan membuat rubrik baru, namanya KONSULTAMBAH. KONSULTAMBAH merupakan singkatan dari Konsultasi Mbah. Layaknya seorang mbah dukun menjawab pertanyaan dari pasiennya, di sini gue akan menjadi Mbah yang akan menjawab pertanyaan yang masuk dari pembaca. Masih bingung ? bentar, gue berubah jadi Mbah dulu. … Kamu sering ketemu orang gila ? Kamu suka mencret-mencret selama satu tahun ? Atau pacar kamu suka selingkuh sama belalang ? Jangan resah, jangan takut, jangan boker sembarangan. Tenang, Mbah punya solusinya. Di sini, Mbah akan menjawab pertanyaan atau keresahan apa yang sedang kamu alami dengan cerdas dan tolol. Di bawah ini ada beberapa testimoni setelah ke KONSULTAMBAH : “Sebelum saya ke KONSULTAMBAH, makanan anak saya hanya bakso biasa, sehingga prestasinya selalu menurun. Setel...

Tukeran Link

Di postingan kali ini, gue pengin nge- share alamat blog temen-temen gue. Biar blog gue sama temen-temen banyak yang baca juga hehe. Tapi, kalo kalian pengin tukeran link juga sama gue, silahkan komen di bawah atau email gue aja ya. Syaratnya cumin satu aja, alamat blog gue udah ditaruh di blog kalian dulu. Nanti baru gue taruh di sini. Terima kasih :D - https://landastanpabatas.blogspot.com (Herdi Alif Hakim) - https://relative19.blogspot.com (Hotlas Mora Sinaga) - https://worldthroughmyeyeglasses.wordpress.com (Elva Mustika Putri) - https://gamalmuhammad.blogspot.co.id (Gamal Muhammad Adam)