Langsung ke konten utama

4 Sekawan

Gue nggak terlalu pinter untuk mempertahankan sebuah hubungan persahabatan. siklus pertemanan gue paling gini-gini aja : menjalin persahabatan --> terus berpisah karena sesuatu (biasanya lulus sekolah) --> langsung lost contact --> nggak pernah ketemu lagi.

Beruntung, gue masih punya sahabat dari smp yang masih utuh sampai sekarang. meskipun kami jarang kontak satu sama lain, tapi setiap ada libur sekolah kita biasanya ngumpul bareng, main bareng, cerita bareng, ketawa bareng, kayak dulu waktu smp.
Adit, Deni, Bram, Gue
Setelah lulus dari sekolah dulu, kita semua berpencar di sekolah yang berbeda-beda. gue di sman 1 cibinong, adit di sman 9 depok, bram di sman 2 depok, dan deni di sman 3 depok.
Kita terakhir bertemu hari jum'at kemarin setelah natal di rumah bram, nginep. itu usul dari bram untuk ketemuan lagi sebelum lulus sma, karena nanti takutnya setelah lulus sma udah pada berpencar kemana mana, dan susah untuk ngumpul bareng lagi.

Sore itu, sekitar jam 3, kita semua berkumpul di rumah bram, yang bertepat di perumahan sukmajaya depok.

Nggak terlalu banyak perubahan fisik ketika kita setelah sekian lama tidak bertemu. deni masih bertubuh gemuk dan hidungnya tetap besar, adit mukanya tetap keliatan seperti anak kecil, bram agak bertambah tinggi , dan gue tetap kurus.

Tapi dalam segi percintaan sudah mulai ada yang berubah, walaupun nggak semuanya. bram sekarang sudah mempunyai pacar baru di sma-nya yang mempunyai nama panggilan ayam,  deni juga mempunyai pacar baru entah siapa namanya gue lupa, sedangkan adit masih dengan pacarnya yang lama lina, dan gue masih..... jomblo.

Setiap ngumpul bareng, pasti semuanya mencoba untuk menyombongkan tentang sekolahnya masing masing. dari bram yang menceritakan tentang acara pensi disekolahnya yang bernama Akar, deni menceritakan tentang acara pensi juga yang bernama owl prime.
Gue cuma bisa jadi kambing conge mendengarkan mereka berdua bercerita.  gue dan adit nggak bisa menyombongkan apapun dari sekolah kita, karena nggak ada yang bisa di sombongin. miris.

Mulai bercerita tentang perguruan tinggi, Adit dan bram daftar untuk masuk stt telkom bandung, dan mereka sudah lega karena mereka berdua sudah keterima di stt telkom bandung. adit mengambil jurusan teknik industri, sedangkan bram mengambil jurusan ilmu komunikasi.

Gue dan deni belum lega karena kita belum ada kepastian untuk masuk kuliah. gue nggak daftar perguruan tinggi swasta, karena tau itu pasti mahal, gue nggak ingin membebani orang tua, gue ingin masuk perguruan tinggi negeri.

Deni bercerita kalau dia mau masuk Institut teknologi bandung, mengambil jurusan design. padahal dia ini jurusan ips, tapi mengambil jurusan untuk anak ipa. gue cuma bisa geleng-geleng kepala mendengar celotehan deni.

Yang gue salut, saat kita semua udah pada ngumpul, nggak ada yang sibuk masing masing untuk main hapenya sendiri. seakan akan menghargai waktu kebersamaan kita berkumpul. itu yang gue suka dari mereka.

Tidak sadar, waktu sudah semakin larut malam. kita sedari tadi ngobrol ngarul ngidul sampai gue nggak bisa ketawa lagi.

Waktu sudah menunjukan pukul 12 tengah malam. waktunya pillow talk. kita semua berada dikasur, bercerita masa lalu seakan-akan kita sedang berada di mesin waktu untuk kembali pada masa tiga tahun lalu ketika masih kelas tiga smp.

Mulai membahas adit yang pertama kali pacaran dikelas tiga smp. yang sangat terlihat bodoh ketika pulang sekolah dibonceng naik motor sama pacarnya. yang seharusnya 'cowok bonceng cewek' tapi 'cowok dibonceng cewek'. bram, deni dan gue ketawa ketika mengingat masa lalunya adit yang bodoh itu. "Gua bodoh banget berarti dulu ya" seru adit, sambil menutup muka dengan bantal menahan malu.

"Kalau nopal mah dulu temen makan temen". gue cuma bisa diem mendengar perkataan itu keluar dari mulut bram dan deni. otak gue mencoba mengingat kembali tiga tahun silam. kalau dipikir pikir lagi gue bener juga disebut 'temen makan temen'.

Waktu itu, ada temen gue yang nembak cewek yang gue suka. terus ditolak, dengan alasan sedang fokus ujian nasional. kebetulan cewek yang gue suka itu, cerita sendiri ke gue lewat sms.

Melihat lampu hijau, gue tembak cewek yang gue suka itu dengan secangkir teh manis, dan gue diterima. gue pacaran dengan bahagia, sedangkan hubungan pertemanan gue dengan temen yang nembak merenggang. bodohnya gue nggak cerita dulu sebelum nembak ke temen gue itu. "Iya, gue parah juga dulu ya".

"Kalo gua lebih parah lagi pal, seakan menjilat ludah sendiri" bram bercerita dengan luwes, yang lainnya menyimak dengan saksama.

Bram memacari cewek temen sekelas, yang habis putus dengan temen sekelas juga. padahal ketika di awal - awal bram sangat mendukung banget hubungan pacaran temen sekelasnya itu.

Setelah sekian lama bram menjalin hubungan pacaran dengan cewek itu, akhirnya putus. deni mengambil alih cewek itu setelah bram. dunia emang aneh.

"Emang hubungan percintaan kita semua dulu rumit ya. udah gitu, semuanya pacarannya sekelas lagi" bram menutup  obrolan ketika udah mulai pada sepi.

Adit sudah tertidur pulas dikasur atas, gue yang tidur tepat persis disampingnya mendengar adit berdengkur dengan nada tinggi rendah, dengkuran itu seperti "nina bobo" yang mendengarnya, dan akhirnya pun gue ikut tertidur juga mendengar itu.

.......

Nggak tau kita bisa kumpul seperti ini lagi kapan.  ngumpul bareng, cerita bareng, ketawa bareng lepas tanpa beban. seolah olah tidak mempunyai masalah sama sekali dalam kehidupan.

Semoga kita nanti ketemu lagi bro tahun depan !

Bram menyebut kita berempat sahabat super, mungkin otak dia terdoktrin karena terlalu banyak menonton mario teguh. gue menyebut kita, 4 sekawan.

Komentar

  1. Wah seru ya persahabatannya. Orang-orang emang banyak berubah, tapi memories nggak kan. *Sotoy.
    Hehe.
    Eh baru pertama kali main kesini nih. Salam kenal ya. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget tuh, memories yang pernah kita alamin pasti nggak akan terlupakan :)) hehe makasih ya sudah berkunjung di blog gue, salam kenal juga :)

      Hapus
  2. Lincah juga pal lu nyeritainnya, seakan akan gua jadi orang kelima yang lagi nginep disituu saking terbawa suasananya. suksess pal snmptn nyaaa!! jangan lupa kunjungin blog gua balik yaak wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks yas, sering sering nulis juga mangkanya :)) Aamiin. Siap bos !

      Hapus
  3. tak tak botakkk

    BalasHapus
  4. ini blog? saya kira onlineshop tadi :D hah


    www.rakhmadriyadi.com

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merasa asing

Gue merenungkan tulisan raditya dika dari bukunya mengenai koala yang berasal dari New South Wales, Australia. ceritanya begini, koala itu bermigrasi dari hutan tempat tinggalnya. beberapa bulan kemudian, ia kembali ke hutan tempat dia tinggal. namun, ternyata selama dia pergi, hutan yang pernah menjadi rumahnya ditebang, diratakan dengan tanah oleh para penebang liar. Si koala kebingungan kenapa tempat tinggalnya tidak seperti dulu. ia hanya bisa diam , tanpa bisa berbuat apa pun. ia duduk sendirian. memandangi sesuatu yang dulu sangat diakrabinya dan sekarang tidak dikenalinya. Sebenernya gue juga pernah merasakan hal yang dirasakan Si koala itu. 'sesuatu yang dulu sangat diakrabi dan sekarang seperti tidak dikenali'. tapi yang gue rasakan bukan kepada tempat seperti Si koala yang diceritakan diatas, tapi lebih kepada teman yang dulu pernah dekat, tapi sekarang udah tidak lagi. Salah satunya temen sd gue, Ibnu. Ibnu ini saudara dari saudara gue. jadi, gue punya ...

Boker diwaktu yang tidak tepat

Pada bulan bulan awal tahun 2011 pas gue smp dilewati dengan kegiatan kegiatan sekolah yang menyibukan. entah ada try out terus menerus yang hanya berselang seminggu, mengerjakan soal soal pelajaran yang akan di ujiankan tanpa henti, dan masuk sekolah jam 6 pagi atau yang biasa disebut jam 0 untuk belajar tambahan. ya itu semua dilakukan hanya untuk satu tujuan. lulus ujian nasional. "Ah ah ah ah   Ah ah ah ah Ah ah ah oh Ah ah ah ah I always knew you were the best the coolest girl I know"

Menulis Komedi

Gue termasuk salah satu penggemar hal-hal yang berbau komedi. Entah dari buku maupun film. Gue suka aja ketawa, karena dengan ketawa seolah-olah hidup jadi tenang dan damai. Masalah-masalah pun jadi hilang sementara. Karena keseringan baca buku komedi, gue suka cekikikan sendiri. Mereka orang yang ngeliat dari jauh pasti pada bingung ngeliat seseorang ketawa sendirian. Termasuk Nyokap. Gue pernah baca buku The Idiots buku dari Chetan Bhagat penulis asal India di ruang tamu. Gue ngakak terus baca buku itu. Nyokap yang ngeliat akan hal ganjil ini berkata, “Fal, kamu gak gila, kan ?” “Nggaklah ! Ini ketawa lagi baca buku. Bukunya lucu,” jawab gue kalem. Gue lanjut baca buku lagi. Kali ini ketawanya lebih ngakak daripada sebelumnya. “KAMU NOFAL, KAN ?” Nyokap panik. “KELUAR KAMU DARI BADAN NOFAL! DIA ORANG BAIK-BAIK!” Ya, gara-gara ketawa terus baca buku, gue dianggap kesurupan mahluk halus. Kenapa ya gue bisa ketawa ? Pasti ada formula penulisan yang membuat itu jadi lucu. Di s...