Langsung ke konten utama

Perenungan Ujian Nasional



Udah lama nggak posting di blog ini *ngebersihin sarang nyamuk, sarang tawon, sarang kocoa* banyak banget hal-hal yang menghalangi gue untuk nulis. belajar lah, ngerjain tugas lah, dan yang paling gue susah untuk di tinggalin adalah nonton drama korea. iya drama korea. jadi hari libur sekolah, sabtu minggu gue habiskan untuk nonton drama korea.



...

Bel sekolah berbunyi tiga kali, menandakan untuk pulang sekolah.  gue bergegas merapihkan buku pelajaran ke dalam tas dan mengambil jaket jeans berwarna biru, lalu beranjak ke kelas sebelah untuk bertemu temen gue supaya bisa pulang bareng. sebut aja nama temen gue ini andika (bukan nama asli).


Pintu kayu berwarna coklat sedang terbuka setengah. gue berdiri di depan pintu melihat dari pojok kelas ke pojok kelas untuk mencari andika dari keramaian murid kelas ini. masih banyak murid dikelas ini yang  belum bersiap untuk pulang, karena mungkin baru mendengar bel. nggak beberapa lama tatapan kami bertemu.


"Dik ayo pulang bareng" gue melambaikan tangan untuk menyuruh ke depan pintu.


"Tunggu dulu pal, nongkrong dulu aja dikelas gua. baru bel pulang. jadi motor gua susah keluar."


Gue masuk ke dalam kelas dengan langkah gontai, menuju kursi dekat andika lalu duduk. masih ada beberapa temennya yang duduk disebelah andika, kita pun ngobrol sampai keadaan kelas hampir sepi. tiba tiba di tengah obrolan, ada yang nyeletuk ke gue.


"Pal lu tau nggak, sekarang andika lagi nabung"


"Nabung ? buat apaan ?" baru pertama kali gue denger andika nabung.


"Buat beli kunci jawaban UN"


DEG.


Perasaan gue campur aduk, sedih dan seneng bercampur menjadi satu. sedih karena nggak nyangka temen gue se-pasrah itu sampai rela nabung beli kunci jawaban UN. seneng karena siapa tau gue juga bisa dapet kunci jawaban dengan gratis. 


Gue denger-denger sih katanya andika, beli kunci jawaban hanya untuk satu pelajaran 250 

ribu. jadi seandainya kalo mau beli kunci jawaban semua pelajaran kita harus merogoh kocek 1,5 jutaan. itu duit apa daun ?

Gue mikir. buat apa kita belajar tiga tahun kalo ujungnya cuman beli kunci jawaban ? percuma dong ?  


Kalo beli kunci jawabannya bener sih, gapapa. tapi kalo salah semua ? udah rugi ngeluarin uang 1,5 juta, terus nilai jelek pula. mending uang 1,5 jutanya buat beli gorengan daripada beli kunci jawaban.


Logika gue begini. daripada sibuk nabung untuk beli kunci jawaban, mumpung masih ada waktu, belajar aja dengan giat, serius dan berdoa. semua usaha pasti ada hasilnya kok. walaupun, pahit-pahitnya, nanti hasilnya nggak seberapa dengan hasil kerja kerasnya, seenggaknya kita udah coba jujur. gitu aja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merasa asing

Gue merenungkan tulisan raditya dika dari bukunya mengenai koala yang berasal dari New South Wales, Australia. ceritanya begini, koala itu bermigrasi dari hutan tempat tinggalnya. beberapa bulan kemudian, ia kembali ke hutan tempat dia tinggal. namun, ternyata selama dia pergi, hutan yang pernah menjadi rumahnya ditebang, diratakan dengan tanah oleh para penebang liar. Si koala kebingungan kenapa tempat tinggalnya tidak seperti dulu. ia hanya bisa diam , tanpa bisa berbuat apa pun. ia duduk sendirian. memandangi sesuatu yang dulu sangat diakrabinya dan sekarang tidak dikenalinya. Sebenernya gue juga pernah merasakan hal yang dirasakan Si koala itu. 'sesuatu yang dulu sangat diakrabi dan sekarang seperti tidak dikenali'. tapi yang gue rasakan bukan kepada tempat seperti Si koala yang diceritakan diatas, tapi lebih kepada teman yang dulu pernah dekat, tapi sekarang udah tidak lagi. Salah satunya temen sd gue, Ibnu. Ibnu ini saudara dari saudara gue. jadi, gue punya ...

Boker diwaktu yang tidak tepat

Pada bulan bulan awal tahun 2011 pas gue smp dilewati dengan kegiatan kegiatan sekolah yang menyibukan. entah ada try out terus menerus yang hanya berselang seminggu, mengerjakan soal soal pelajaran yang akan di ujiankan tanpa henti, dan masuk sekolah jam 6 pagi atau yang biasa disebut jam 0 untuk belajar tambahan. ya itu semua dilakukan hanya untuk satu tujuan. lulus ujian nasional. "Ah ah ah ah   Ah ah ah ah Ah ah ah oh Ah ah ah ah I always knew you were the best the coolest girl I know"

Menulis Komedi

Gue termasuk salah satu penggemar hal-hal yang berbau komedi. Entah dari buku maupun film. Gue suka aja ketawa, karena dengan ketawa seolah-olah hidup jadi tenang dan damai. Masalah-masalah pun jadi hilang sementara. Karena keseringan baca buku komedi, gue suka cekikikan sendiri. Mereka orang yang ngeliat dari jauh pasti pada bingung ngeliat seseorang ketawa sendirian. Termasuk Nyokap. Gue pernah baca buku The Idiots buku dari Chetan Bhagat penulis asal India di ruang tamu. Gue ngakak terus baca buku itu. Nyokap yang ngeliat akan hal ganjil ini berkata, “Fal, kamu gak gila, kan ?” “Nggaklah ! Ini ketawa lagi baca buku. Bukunya lucu,” jawab gue kalem. Gue lanjut baca buku lagi. Kali ini ketawanya lebih ngakak daripada sebelumnya. “KAMU NOFAL, KAN ?” Nyokap panik. “KELUAR KAMU DARI BADAN NOFAL! DIA ORANG BAIK-BAIK!” Ya, gara-gara ketawa terus baca buku, gue dianggap kesurupan mahluk halus. Kenapa ya gue bisa ketawa ? Pasti ada formula penulisan yang membuat itu jadi lucu. Di s...