Langsung ke konten utama

Kerja Keras Menjelang Ujian Nasional

Jangan lihat mukanya. nanti anda akan sakit mata.
Akhirnya setelah gue membayar SPP enam bulan. AKHIRNYA GUE DAPET INI ! AKHIRNYA ! 

...

Dua minggu sebelum Ujian Nasional, gue kerja keras. Pagi-pagi setelah sampai sekolah, di saat temen-temen gue ngobrol hal-hal di luar pelajaran, gue buka buku, belajar, ngejar materi. Kejadian itu berulang terus-menerus. Soalnya di saat kelas satu dan dua, gue banyak main, dan di tambah lagi banyak guru yang sering gak masuk kelas. Jadi banyak materi yang ketinggalan.

Dulu saat kelas dua, ada salah satu guru yang jarang masuk kelas. Dalam satu semester mungkin dia hanya masuk dua atau tiga kali. Rumornya, guru ini gak masuk kelas di karenakan mancing ikan. Gue bingung, seandainya rumor ini benar, kenapa guru ini lebih mementingkan mancing ikan daripada mengajar. Gue berfikir, pasti guru ini pekerjaan dan hobinya ke balik. Pekerjaannnya mancing ikan. Hobinya jadi guru.

Temen-temen yang ngeliatin gue belajar, akhirnya ada yang ikut belajar bareng juga. Malah ada yang minta di ajarin. Padahal, gue belum bisa materi yang minta di ajarin, eh gue sok ngajarin. Di saat gue ngajarin, ternyata gue langsung bisa. Ada hikmah di balik ngebantuin orang.

Sudah tidak terasa Ujian nasional sudah di depan mata, tinggal beberapa hari lagi menuju kursi panas. Saatnya gue berjuang habis-habisan dalam tiga hari tersebut. Senin, selasa, dan rabu.

Gue sempet janji dengan diri gue sendiri, dengan men-tweet janji tersebut ke dalam twitter : 



Seandainya total nilai Ujian Nasional gue nanti di atas 50, gue akan mencoba kayang sambil minum air. Air putih tentunya, bukan air kencing.

Semoga hasil kerja keras semua anak kelas tiga se-indonesia selama ini akan terbayarkan dengan nilai Ujian Nasional yang bagus dan masuk perguruan tinggi yang di inginkan. AAMIIN !

Doakan ya teman-teman ! (:

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merasa asing

Gue merenungkan tulisan raditya dika dari bukunya mengenai koala yang berasal dari New South Wales, Australia. ceritanya begini, koala itu bermigrasi dari hutan tempat tinggalnya. beberapa bulan kemudian, ia kembali ke hutan tempat dia tinggal. namun, ternyata selama dia pergi, hutan yang pernah menjadi rumahnya ditebang, diratakan dengan tanah oleh para penebang liar. Si koala kebingungan kenapa tempat tinggalnya tidak seperti dulu. ia hanya bisa diam , tanpa bisa berbuat apa pun. ia duduk sendirian. memandangi sesuatu yang dulu sangat diakrabinya dan sekarang tidak dikenalinya. Sebenernya gue juga pernah merasakan hal yang dirasakan Si koala itu. 'sesuatu yang dulu sangat diakrabi dan sekarang seperti tidak dikenali'. tapi yang gue rasakan bukan kepada tempat seperti Si koala yang diceritakan diatas, tapi lebih kepada teman yang dulu pernah dekat, tapi sekarang udah tidak lagi. Salah satunya temen sd gue, Ibnu. Ibnu ini saudara dari saudara gue. jadi, gue punya ...

Boker diwaktu yang tidak tepat

Pada bulan bulan awal tahun 2011 pas gue smp dilewati dengan kegiatan kegiatan sekolah yang menyibukan. entah ada try out terus menerus yang hanya berselang seminggu, mengerjakan soal soal pelajaran yang akan di ujiankan tanpa henti, dan masuk sekolah jam 6 pagi atau yang biasa disebut jam 0 untuk belajar tambahan. ya itu semua dilakukan hanya untuk satu tujuan. lulus ujian nasional. "Ah ah ah ah   Ah ah ah ah Ah ah ah oh Ah ah ah ah I always knew you were the best the coolest girl I know"

Menulis Komedi

Gue termasuk salah satu penggemar hal-hal yang berbau komedi. Entah dari buku maupun film. Gue suka aja ketawa, karena dengan ketawa seolah-olah hidup jadi tenang dan damai. Masalah-masalah pun jadi hilang sementara. Karena keseringan baca buku komedi, gue suka cekikikan sendiri. Mereka orang yang ngeliat dari jauh pasti pada bingung ngeliat seseorang ketawa sendirian. Termasuk Nyokap. Gue pernah baca buku The Idiots buku dari Chetan Bhagat penulis asal India di ruang tamu. Gue ngakak terus baca buku itu. Nyokap yang ngeliat akan hal ganjil ini berkata, “Fal, kamu gak gila, kan ?” “Nggaklah ! Ini ketawa lagi baca buku. Bukunya lucu,” jawab gue kalem. Gue lanjut baca buku lagi. Kali ini ketawanya lebih ngakak daripada sebelumnya. “KAMU NOFAL, KAN ?” Nyokap panik. “KELUAR KAMU DARI BADAN NOFAL! DIA ORANG BAIK-BAIK!” Ya, gara-gara ketawa terus baca buku, gue dianggap kesurupan mahluk halus. Kenapa ya gue bisa ketawa ? Pasti ada formula penulisan yang membuat itu jadi lucu. Di s...