Langsung ke konten utama

Perpisahan Yang Sangat Panjang

Sebelum acara perpisahan, gue gak terlalu banyak mempersiapkan apa yang harus gue pakai. Baju kemeja udah ada dari bokap. Jas hitam bokap juga punya. Sepatu pantopel juga udah ada. Cuma celana hitam aja yang gak ada. Untuk persiapan menjelang acara perpisahan, gue hanya membeli celana hitam, sisanya minjem punya Bokap. Ya, gue emang bermodal sekali.

Gue nyoba nyari celana hitam di toko reptil, eh ternyata nggak ada. Lalu gue nyoba nyari lagi di toko bangunan, eh nggak ada juga. BISA JUALAN GAK SIH ! CELANA HITAM KOK GAK ADA ! Karena gue kesel, akhirnya gue beli celana hitam di toko celana.

Celana hitam yang di beli ternyata kegedean. Ketika gue coba di depan kaca, sangat terlihat kebesaran di bagian paha dan kaki. Akhirnya celana hitamnya gue kecilin di tukang jahit depan komplek rumah. Jaraknya gak terlalu jauh dari rumah, cukup naik motor aja. Dari depan toko tempat tukang jahitnya, gue bisa melihat bapak-bapak tukang jahit.

Gue : Pak, bisa kecilin celana saya gak ?

Tukang jahit : Ya bisa lah, namanya juga tukang jahit. Kalo gak bisa kecilin celana, namanya bukan tukang jahit.

Oke. Pertanyaan gue BEGO banget.

Mendekati acara perpisahan, gue ngaca lebih sering dari biasanya. Memakai baju kemeja biru garis-garis dengan memakai jas hitam, tapi make celana pendek. Karena celananya masih di tukang jahit. Gak tau kenapa penampakan gue di depan kaca jadi terlihat aneh banget. Kayak pekerja kantoran yang habis dipecat. Muka gue senyum ke kaca ‘Hmm……… Ternyata gue ganteng juga ya kalo pake jas begini’.


Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya bertemu juga. Hari dimana gue akan terlihat ganteng daripada hari-hari sebelumnya (hari-hari sebelumnya muka gue terlihat siluman kecoa). Tepatnya hari ini, sekolah gue mengadakan acara perpisahan untuk kelas 3 di gedung tegar beriman, Pemda, Bogor.

Acaranya lumayan seru dan berjalan dengan lancar. Acaranya dimulai dengan sambutan-sambutan. Sambutan dari kepala sekolah, sambutan dari ketua osis, dan sambutan dari ketua mpk. Dilanjutkan dengan upacara adat dari daerah, yang unik banget. Tari-tarian yang dikombinasikan dengan suara gendang dari pemain musik. Kalau gak salah dengar, penari dan pemain musiknya itu dari sanggar garuda kencana.

Orang-orang yang dateng ke dalam gedung adalah siswa/siswi dari SMAN 1 Cibinong beserta orang tuanya. Ada yang dateng dengan satu orang tua. Ada juga yang dateng dengan kedua orang tuanya. Ada lagi yang dateng dengan kedua orang tua, adek, sodara, kakek, nenek… INI BUKAN ACARA KONDANGAN WOY !

Ada di salah satu susunan acara, penayangan film dokumenter angkatan 39 yang di saksikan seluruh tamu undangan. Di dalam film itu, ada beberapa video aib-aib selama masa-masa di sekolah. Dari sekian banyak aib yang ditampilkan, ada cuplikan video gue. Gak tau harus seneng, atau kesel ngelihat video gue ada di dalam situ. Itu video lipsinc gue nyanyi one thing dari boyband one direction.  Di situ muka gue terpampang dengan memakai kacamata hitam dengan 
batik sekolah. Kalau dilihat-lihat, gue gak jauh beda dengan tukang pijit tuna netra.

Ada satu video gue lagi yang masuk ke dalam film dokumenter. Video ini emang kurang kerjaan banget. Di dalem kelas karena gak ada guru, gue bikin challange dengan temen gue, Adit. Adit ngambil selotip dan menempelkan di bulu kaki gue yang lebat. Tanpa basa-basi gue langsung cabut selotipnya, bulu kaki gue kecabut semua, gue meringis kesakitan.
Temen gue yang ngelihat video itu , langsung nanya ke gue “Gimana pal rasanya bulu kaki di cabut pake selotip ?”

Gue jawab “Hmm……….. lumayan”. Dalem hati ‘LO GAK LIAT DI DALEM VIDEO ITU MUKA GUE 
KAYAK CANGCORANG. ITU EKSPRESI ORANG KESAKITAN ! LO GAK LIAT !’

Setelah acara selesai, tentunya murid-murid gak langsung pulang. Mereka asik berfoto-foto dengan temen-temennya, gak mau semua kenangan ini terlewat begitu saja. Adek kelas yang dateng ke acara perpisahan juga gak mau kalah, mereka berfoto juga dengan kakak kelas. Dari sini gue tau, ada semacam teori yang mengatakan ‘Yang bermuka ganteng paling di cari, yang bermuka jelek di buang’.

Dengan teori tersebut, gue bisa di kategorikan yang terbuang. Temen-temen gue, Andre dan Ando, setelah keluar dari gedung, langsung diburu dengan adek-adek kelas unyu untuk berfoto bareng. ‘Kak minta foto bareng dong’ ‘Kak foto bareng yuk’ kalimat itu terdengar dari adek kelas ke Ando dan Andre.

Sekalinya ada adek kelas yang ngomong ke gue, ‘Kak minta foto dong’, gue langsung dengan cepat menjawab ,‘Boleh’, dengan muka senyum sumringah. Adek kelasnya menghampiri gue. Ngasih hapenya ke gue, terus nyuruh untuk moto dia dengan orang lain. Kampret.

Tapi akhirnya, gue mendapatkan foto yang spesial. Gue berfoto dengan cewek yang gue suka. Walaupun sesi fotonya dalam jangka waktu yang singkat, gak tau kenapa itu menurut gue terasa lama. Mungkin inilah yang dinamakan cinta. Sungguh, ini acara perpisahan yang sangat panjang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merasa asing

Gue merenungkan tulisan raditya dika dari bukunya mengenai koala yang berasal dari New South Wales, Australia. ceritanya begini, koala itu bermigrasi dari hutan tempat tinggalnya. beberapa bulan kemudian, ia kembali ke hutan tempat dia tinggal. namun, ternyata selama dia pergi, hutan yang pernah menjadi rumahnya ditebang, diratakan dengan tanah oleh para penebang liar. Si koala kebingungan kenapa tempat tinggalnya tidak seperti dulu. ia hanya bisa diam , tanpa bisa berbuat apa pun. ia duduk sendirian. memandangi sesuatu yang dulu sangat diakrabinya dan sekarang tidak dikenalinya. Sebenernya gue juga pernah merasakan hal yang dirasakan Si koala itu. 'sesuatu yang dulu sangat diakrabi dan sekarang seperti tidak dikenali'. tapi yang gue rasakan bukan kepada tempat seperti Si koala yang diceritakan diatas, tapi lebih kepada teman yang dulu pernah dekat, tapi sekarang udah tidak lagi. Salah satunya temen sd gue, Ibnu. Ibnu ini saudara dari saudara gue. jadi, gue punya ...

Boker diwaktu yang tidak tepat

Pada bulan bulan awal tahun 2011 pas gue smp dilewati dengan kegiatan kegiatan sekolah yang menyibukan. entah ada try out terus menerus yang hanya berselang seminggu, mengerjakan soal soal pelajaran yang akan di ujiankan tanpa henti, dan masuk sekolah jam 6 pagi atau yang biasa disebut jam 0 untuk belajar tambahan. ya itu semua dilakukan hanya untuk satu tujuan. lulus ujian nasional. "Ah ah ah ah   Ah ah ah ah Ah ah ah oh Ah ah ah ah I always knew you were the best the coolest girl I know"

Menulis Komedi

Gue termasuk salah satu penggemar hal-hal yang berbau komedi. Entah dari buku maupun film. Gue suka aja ketawa, karena dengan ketawa seolah-olah hidup jadi tenang dan damai. Masalah-masalah pun jadi hilang sementara. Karena keseringan baca buku komedi, gue suka cekikikan sendiri. Mereka orang yang ngeliat dari jauh pasti pada bingung ngeliat seseorang ketawa sendirian. Termasuk Nyokap. Gue pernah baca buku The Idiots buku dari Chetan Bhagat penulis asal India di ruang tamu. Gue ngakak terus baca buku itu. Nyokap yang ngeliat akan hal ganjil ini berkata, “Fal, kamu gak gila, kan ?” “Nggaklah ! Ini ketawa lagi baca buku. Bukunya lucu,” jawab gue kalem. Gue lanjut baca buku lagi. Kali ini ketawanya lebih ngakak daripada sebelumnya. “KAMU NOFAL, KAN ?” Nyokap panik. “KELUAR KAMU DARI BADAN NOFAL! DIA ORANG BAIK-BAIK!” Ya, gara-gara ketawa terus baca buku, gue dianggap kesurupan mahluk halus. Kenapa ya gue bisa ketawa ? Pasti ada formula penulisan yang membuat itu jadi lucu. Di s...