Langsung ke konten utama

Hacklife When Ramadhan

Kita sekarang sudah melewati satu minggu pertama di bulan suci ramadhan. Sudah satu minggu kita lewati dengan menahan rasa lapar dan haus. Sudah satu minggu juga kita lewati dengan menahan rasa haus dan lapar. Sama aja. Bukan, disini gue bukan bermaksud untuk berceramah. Disini gue hanya untuk sekedar sharing tips saat bulan puasa.

Bahasan yang akan gue bahas disini merupakan masalah sehari-hari saat bulan puasa yang secara sadar tidak sadar semua masalahnya pernah kita alamin. Dari masalah itu gue ingin memecahkan solusinya dengan cara memberikan tips untuk menghadapinya. Apa saja ? let's check this out :

Usahakan BAB ketika malam hari

Jleb moment adalah ketika sudah makan banyak saat sahur, tetapi setelah adzan shubuh berkumandang panggilan alam berbunyi (baca : buang air berak). Suara hati saat mengalami kejadian itu : Dibuang sayang, ditahan bikin sembelit. Bimbang. Pernah mengalami kejadian seperti itu ? Atau sering ?

Nah, sebelum kejadian seperti itu, usahakan BAB (Bahasa gaulnya boker) sepuas-sepuasnya saat malam hari, sehingga saat di pagi hari tidak mempunyai keinginan untuk BAB. Jadi usaha makan ketika sahur tidak sia-sia dan kuat hingga matahari terbenam.

Buka bersama gratis

Kemarin-kemarin gue membaca tweet dari Raditya Dika yang kurang lebih bunyinya begini. Tingkat kegaulan seseorang berbanding lurus dengan berapa banyaknya ajakan untuk bukber dari temen. Kalau anak gaul yang mempunyai banyak uang, it's not problem, dia bisa mengikuti semua ajakan bukber dari temennya. Tapi kalau ada anak gaul yang mempunyai dompet tipis ? Ini masalahnya. Pasti banyak ajakan bukber yang ditolak, sehingga terkadang di cap 'sombong' dari temen-temennya.

Bukan hanya masalah 'kegaulan' aja. Tapi menurut gue ada satu teori lagi. Semakin tua seseorang semakin banyak juga ajakan untuk bukber. It's true ? Satu tahun yang lalu saat masih SMA, gue dapet ajakan untuk bukber dari temen SMA, SMP, SD hingga TK ! Bayangin aja kalau umur seseorang sudah 100 tahun ? Pasti bejibun.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, gue sarankan untuk menanyakan pertanyaan ini kalau ada temen yang ngajakin untuk bukber, 'Bukbernya gratis gak ?'. Setidaknya paling nggak ada satu atau dua bukber yang gratis. Jadi, silaturahmi terjaga, dompet pun terjaga. Ya, walaupun pada endingnya banyak temen kalian yang gak bakal ngajakin bukber lagi .

Buka puasa kenyang dengan sedikit pengeluaran

Di masjid dekat rumah kalian sering mengadakan buka puasa gratis ? kalau ada, Itu peluang emas untuk kalian !! Manfaatkan sebesar mungkin !! Walaupun di rumah kalian tetep ada makanan, buka puasa dimasjid terlebih dahulu, nanti setelah itu makan di rumah !! Jadi bisa makan dua kali !! HAHAHAHA !!

Pengalaman itu gue dapat dari kakak gue. Dulu pada saat dia belum ngekos, kak ojan masih tinggal dirumah. Saat bulan puasa dia jarang banget buka puasa di rumah, setelah shalat magribh dia baru pulang, lalu makan. Karena gue penasaran, gue selidiki dia buka puasa dimana. Usut punya usut ternyata kak ojan buka puasa dimasjid !  lalu dia makan lagi dirumah ! Makan dua kali !! DASAR RAKUS ! Eh, besoknya gue ikutin jejak dia.


Ya segitu aja solusi dari permasalahan saat bulan puasa. Apakah dari kalian punya tips yang lain ? Silahkan taruh di kolom komentar :) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merasa asing

Gue merenungkan tulisan raditya dika dari bukunya mengenai koala yang berasal dari New South Wales, Australia. ceritanya begini, koala itu bermigrasi dari hutan tempat tinggalnya. beberapa bulan kemudian, ia kembali ke hutan tempat dia tinggal. namun, ternyata selama dia pergi, hutan yang pernah menjadi rumahnya ditebang, diratakan dengan tanah oleh para penebang liar. Si koala kebingungan kenapa tempat tinggalnya tidak seperti dulu. ia hanya bisa diam , tanpa bisa berbuat apa pun. ia duduk sendirian. memandangi sesuatu yang dulu sangat diakrabinya dan sekarang tidak dikenalinya. Sebenernya gue juga pernah merasakan hal yang dirasakan Si koala itu. 'sesuatu yang dulu sangat diakrabi dan sekarang seperti tidak dikenali'. tapi yang gue rasakan bukan kepada tempat seperti Si koala yang diceritakan diatas, tapi lebih kepada teman yang dulu pernah dekat, tapi sekarang udah tidak lagi. Salah satunya temen sd gue, Ibnu. Ibnu ini saudara dari saudara gue. jadi, gue punya ...

Boker diwaktu yang tidak tepat

Pada bulan bulan awal tahun 2011 pas gue smp dilewati dengan kegiatan kegiatan sekolah yang menyibukan. entah ada try out terus menerus yang hanya berselang seminggu, mengerjakan soal soal pelajaran yang akan di ujiankan tanpa henti, dan masuk sekolah jam 6 pagi atau yang biasa disebut jam 0 untuk belajar tambahan. ya itu semua dilakukan hanya untuk satu tujuan. lulus ujian nasional. "Ah ah ah ah   Ah ah ah ah Ah ah ah oh Ah ah ah ah I always knew you were the best the coolest girl I know"

Menulis Komedi

Gue termasuk salah satu penggemar hal-hal yang berbau komedi. Entah dari buku maupun film. Gue suka aja ketawa, karena dengan ketawa seolah-olah hidup jadi tenang dan damai. Masalah-masalah pun jadi hilang sementara. Karena keseringan baca buku komedi, gue suka cekikikan sendiri. Mereka orang yang ngeliat dari jauh pasti pada bingung ngeliat seseorang ketawa sendirian. Termasuk Nyokap. Gue pernah baca buku The Idiots buku dari Chetan Bhagat penulis asal India di ruang tamu. Gue ngakak terus baca buku itu. Nyokap yang ngeliat akan hal ganjil ini berkata, “Fal, kamu gak gila, kan ?” “Nggaklah ! Ini ketawa lagi baca buku. Bukunya lucu,” jawab gue kalem. Gue lanjut baca buku lagi. Kali ini ketawanya lebih ngakak daripada sebelumnya. “KAMU NOFAL, KAN ?” Nyokap panik. “KELUAR KAMU DARI BADAN NOFAL! DIA ORANG BAIK-BAIK!” Ya, gara-gara ketawa terus baca buku, gue dianggap kesurupan mahluk halus. Kenapa ya gue bisa ketawa ? Pasti ada formula penulisan yang membuat itu jadi lucu. Di s...