Langsung ke konten utama

Project Diri Sendiri

Temen deket gue dari smp, udah pada diterima di perguruan tinggi semua. Dan beberapa minggu lagi mereka akan masuk kuliah. Kebetulan, tempat kuliah mereka juga jauh semua, di Bandung dan Jogja. Sehingga pasti susah banget untuk kumpul dan main lagi. Maka dari itu, sebelum berpisah jauh, kita kumpul lagi pada senin malam kemarin, untuk perpisahan. 

Seperti pada biasa, kita ngumpul hanya untuk ngobrol. Dari ngobrolin hal yang serius (tentang masa perkuliahan nanti) sampai ngobrolin hal yang aneh (kenapa anang nikah sama arsyanti bukan sama syahrini). Kita hanya ngumpul dari jam 8 malam sampai jam 10 malam. Pertemuan yang singkat, tapi cukup berkesan. Karena sebelum pulang ke rumah masing-masing, kita berempat tukeran foto. Foto kita berempat dulu saat masih smp, untuk kenang-kenangan.

Dari tukeran foto tersebut, gue jadi berpikir, 'Kenapa gue gak bikin album foto sendiri aja ya ?'. Karena dari dulu gue belum pernah punya album foto sendiri. Gue jadi punya semacam project untuk diri gue sendiri ‘Buat album foto’. Foto lama gue yang bagus, akan gue cetak. Lalu nanti di balik foto itu, akan gue tulis deskripsi tentang moment balik itu. Siapa aja yang ada di dalam foto, di mana ambil fotonya, dan masih banyak lagi. Supaya nanti gue gak lupa moment di dalam foto tersebut.

Ini gue nyoba ngubek-ngubek foto di facebook jaman dulu. Siapa tau ada foto yang bisa di cetak. Ini beberapa yang gue dapatkan :


“Kamu belajar naik sepeda gak ?!?! Kalau nggak, akan kakak buang sepedanya !!”

Sumpah gue kece habis disini. Gue yang kanan.
 

“Ahh enak” (lagi kencing)
Kalau dillihat, waktu dulu gue imut-imut menjijikan gitu ya.

Gue merasa, kalo punya album foto sendiri berasa keren aja gitu. Nanti kalo gue udah punya anak dan cucu, gue akan memamerkan foto gue dari kecil sampai dewasa ke mereka. 'Ini foto kakek semasa muda dulu loh, masih bugar, dan kuat fisiknya. Bahkan kakek kuat lari 5 Km !'. Padahal lari 10 meter aja udah pingsan.

Nanti akan gue suruh turun-temurunkan album foto gue itu. Mulai dari anak, cucu, cicit, buncit, dan seterusnya. Supaya kalau ada yang nanya ‘Kakek kita gimana sih dulunya ?’ tinggal dikasih album foto aja.

Setelah itu gue juga punya project lain. Gue baca postingan dari blog-nya Raditya Dika beberapa tahun silam, gue mendapatkan suatu inspirasi juga. Di postingan itu, Radit akan menulis autobiografinya dia sendiri saat tua nanti. Saat gue tua nanti, gue juga akan buat autobiografi sendiri juga. Nanti gue bisa memamerkan album foto gue sekaligus cerita gue semasa kecil. Supaya hidup gue bisa dikenang dan berkesan :) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Interview With Alita Biani (Kakaknya Tissa Biani)

Instagram/alitabiani Melihat artis di televisi rasanya sudah terlalu sering. Gegap gempita dunia hiburan. Popularitas yang naik hari demi hari. Privasi yang hampir sudah tidak ada lagi, karena hampir masuk acara gosip setiap hari. Itu yang membuat gue nggak penasaran dengan kehidupan para artis, toh, kehidupannya hampir semuanya kita ketahui di televisi . Belakangan ini, gue lagi suka melihat sosial media salah satu teman SMP,  Alita Biani .  Ia adalah seorang kakak dari  Tissa Biani , artis sinetron dan film. Hampir di setiap  insta-story  –nya selalu bersama sang adik. Dan ini perlahan membuat gue penasaran. Gimana sih, kehidupan kakak seorang artis dan apa rasanya ? Berbekal dengan jiwa jurnalistik terpendam di dalam dada, akhirnya gue memberanikan DM dia Twitter , bertanya apakah pengin diwawancara atau nggak. Bagai gayung bersambut, ternyata Alita membolehkan gue mengubek-ngubek kehidupan dia. Nggak usah berlama-lama, ini adalah hasil wawan...

Terima Kasih, Dua Tahun

Gue inget banget, pertama kali nulis di blog ini sekitar bulan Juni 2014. Waktu itu gue nulis pengalaman hari itu juga : main Omegle rame-rame sama temen SMA . Cerita itu berakhir   dengan bertemu cewek bule yang nari striptease , dan temen gue ikut nari striptease juga. Kebetulan temen gue   ini cowok berkumis, kayak om-om. Pengalaman menyenangkan, sekaligus menjijikan. Itulah awal pertama kali gue nulis di blog. Setelah itu, gue mulai rajin nulis di laptop, lalu di­- upload ke blog. Gue belajar konsisten. Hampir setiap bulan selalu nulis. Sampai akhirnya sekarang bulan Juni 2016, gue tetep nulis. Berarti udah udah dua tahun gue berkecimpung di dunia blog ini. Gokil. Jujur, gak nyangka aja bisa nulis sekonsisten ini. Pas awal-awal nulis blog, ternyata banyak juga temen gue yang ikutan nulis blog. Gue seneng, ternyata ada juga temen yang hobinya sama. Tapi di tengah-tengah jalan, mereka satu per satu mulai rontok, jarang nulis lagi, dan akhirnya berhenti. Tinggal...

KONSULTAMBAH

Setelah bermeditasi berminggu-minggu di dalam kamar mandi (baca: mencret gak sembuh-sembuh), gue menemukan sebuah ide brilian untuk inovasi blog gue. Seperti rubrik dalam majalah, gue akan membuat rubrik baru, namanya KONSULTAMBAH. KONSULTAMBAH merupakan singkatan dari Konsultasi Mbah. Layaknya seorang mbah dukun menjawab pertanyaan dari pasiennya, di sini gue akan menjadi Mbah yang akan menjawab pertanyaan yang masuk dari pembaca. Masih bingung ? bentar, gue berubah jadi Mbah dulu. … Kamu sering ketemu orang gila ? Kamu suka mencret-mencret selama satu tahun ? Atau pacar kamu suka selingkuh sama belalang ? Jangan resah, jangan takut, jangan boker sembarangan. Tenang, Mbah punya solusinya. Di sini, Mbah akan menjawab pertanyaan atau keresahan apa yang sedang kamu alami dengan cerdas dan tolol. Di bawah ini ada beberapa testimoni setelah ke KONSULTAMBAH : “Sebelum saya ke KONSULTAMBAH, makanan anak saya hanya bakso biasa, sehingga prestasinya selalu menurun. Setel...