Langsung ke konten utama

Perbedaan Antara Kuliah dan Sekolah

Ketika kita mendengarkan kata ‘sekolah’, yang ada di pikiran kita pasti identik dengan hal seperti ini : memakai seragam yang sama satu sekolahan, wajib mengikuti upacara bendera setiap hari senin di lapangan, banyak hafalan setiap mata pelajaran, nyontek bersama saat ulangan, hingga nyorakin temen yang ketauan kentut sembarangan.

Setelah sekolah dua belas tahun (SD, SMP dan SMA) banyak yang melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yaitu kuliah. Menurut gue, kuliah itu sangat berbeda dengan sekolah. Mulai dari kebiasaan, cara belajar dan masih banyak lagi. Di sini gue akan menjelaskan perbedaan antara kuliah dengan sekolah atas apa yang telah gue rasakan. Supaya adik-adik pembaca gue yang masih bersekolah tidak kaget kalau sudah masuk  kuliah. Let’s check this out :

1.Nggak ada makanan gratis

Saat masih sekolah kita pasti suka main ke rumah temen, setelah itu pasti dikasih makanan oleh tuan rumah. Tentunya makanan itu gratis, nggak  disuruh bayar sepeserpun setelah makan. Itu adalah salah satu kebahagiaan sederhana ketika masih sekolah.

Sedangkan diperkuliahan, kalau main sama temen di tempat kosannya, pasti kalian nggak bakal dapet makanan gratis. Harus beli makanan dari luar. Seandainya kalian dikasih makan gratis, kalian harus rela melihat temen kalian makan nasi dengan lauk batu kerikil sebulan, gara-gara uang jatah bulanannya dipakai untuk memberi kalian makan.

2.Tugas menggila

Kalau kalian sudah memasuki fase-fase perkuliahan, pasti sudah nggak asing lagi sama yang namanya tugas.  Hampir setiap hari diberi tugas oleh setiap dosen mata kuliah. Nggak ada hari tanpa tugas. Kadang, tugas kalian lebih banyak daripada uang yang ada di dompet kalian.

Ditambah lagi kalau tugasnya itu disuruh buat laporan, lalu di-print. Sehingga, ada salah satu hukum di perkuliahan yang mengatakan,  Tugas = Pengeluaran Uang. Nggak jarang uang jajan kalian akan habis dipakai untuk tugas.

3. Bebas

Ini salah satu kelebihan ketika sudah masuk perkuliahan : bebas. Bebas yang dimaksud di sini lumayan banyak. Salah duanya adalah baju bebas dan rambut bebas. Saat masih di sekolah pasti kita tidak pernah diberi kebebasan seperti ini. Baju harus menggunakan seragam sekolah, rambut juga harus pendek.

Kalau kuliah, kalian bisa memakai kemeja rapih atau kaos polos yang dipadukan dengan celana jeans, pokoknya sesuai selera style masing-masing. Boleh juga pakai kaus kutang dengan celana pendek. Paling dua hari setelah memakai pakaian itu, kalian langsung di drop out. 

4. Nggak ada upacara

Upacara adalah salah satu hal yang dibenci oleh pelajar. Hampir semua sekolah di Indonesia mewajibkan seluruh murid setiap senin melakukan upacara.Setiap hari senin semua siswa sibuk mencari topi atau dasi kalau lupa membawa. Terus juga harus berdiri di lapangan dengan rentang waktu yang lumayan lama. Belum lagi kalau cuaca matahari sedang panas terik. Rasanya hari senin seperti mau kiamat.

Sedangkan kalau kuliah, nggak ada lagi sama yang namanya upacara. Nggak ada lagi panas-panasan mendengarkan ocehan guru di depan mimbar. Nggak ada lagi dihukum karena nggak bawa topi dan dasi. Itu sangat menyenangkan, apalagi kalau mata kuliah hari senin ada di siang hari, bisa tidur pagi dengan pulas. Hidup bahagia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merasa asing

Gue merenungkan tulisan raditya dika dari bukunya mengenai koala yang berasal dari New South Wales, Australia. ceritanya begini, koala itu bermigrasi dari hutan tempat tinggalnya. beberapa bulan kemudian, ia kembali ke hutan tempat dia tinggal. namun, ternyata selama dia pergi, hutan yang pernah menjadi rumahnya ditebang, diratakan dengan tanah oleh para penebang liar. Si koala kebingungan kenapa tempat tinggalnya tidak seperti dulu. ia hanya bisa diam , tanpa bisa berbuat apa pun. ia duduk sendirian. memandangi sesuatu yang dulu sangat diakrabinya dan sekarang tidak dikenalinya. Sebenernya gue juga pernah merasakan hal yang dirasakan Si koala itu. 'sesuatu yang dulu sangat diakrabi dan sekarang seperti tidak dikenali'. tapi yang gue rasakan bukan kepada tempat seperti Si koala yang diceritakan diatas, tapi lebih kepada teman yang dulu pernah dekat, tapi sekarang udah tidak lagi. Salah satunya temen sd gue, Ibnu. Ibnu ini saudara dari saudara gue. jadi, gue punya ...

Boker diwaktu yang tidak tepat

Pada bulan bulan awal tahun 2011 pas gue smp dilewati dengan kegiatan kegiatan sekolah yang menyibukan. entah ada try out terus menerus yang hanya berselang seminggu, mengerjakan soal soal pelajaran yang akan di ujiankan tanpa henti, dan masuk sekolah jam 6 pagi atau yang biasa disebut jam 0 untuk belajar tambahan. ya itu semua dilakukan hanya untuk satu tujuan. lulus ujian nasional. "Ah ah ah ah   Ah ah ah ah Ah ah ah oh Ah ah ah ah I always knew you were the best the coolest girl I know"

Menulis Komedi

Gue termasuk salah satu penggemar hal-hal yang berbau komedi. Entah dari buku maupun film. Gue suka aja ketawa, karena dengan ketawa seolah-olah hidup jadi tenang dan damai. Masalah-masalah pun jadi hilang sementara. Karena keseringan baca buku komedi, gue suka cekikikan sendiri. Mereka orang yang ngeliat dari jauh pasti pada bingung ngeliat seseorang ketawa sendirian. Termasuk Nyokap. Gue pernah baca buku The Idiots buku dari Chetan Bhagat penulis asal India di ruang tamu. Gue ngakak terus baca buku itu. Nyokap yang ngeliat akan hal ganjil ini berkata, “Fal, kamu gak gila, kan ?” “Nggaklah ! Ini ketawa lagi baca buku. Bukunya lucu,” jawab gue kalem. Gue lanjut baca buku lagi. Kali ini ketawanya lebih ngakak daripada sebelumnya. “KAMU NOFAL, KAN ?” Nyokap panik. “KELUAR KAMU DARI BADAN NOFAL! DIA ORANG BAIK-BAIK!” Ya, gara-gara ketawa terus baca buku, gue dianggap kesurupan mahluk halus. Kenapa ya gue bisa ketawa ? Pasti ada formula penulisan yang membuat itu jadi lucu. Di s...