Langsung ke konten utama

Naskah Selesai

Gila. Minggu besok gue udah mau masuk kuliah aja. Gak kerasa libur selama dua bulan lebih. Perasaan kayak baru kemarin dikasih jatah libur sama kampus. Itu berarti : gue harus bertemu dosen dan bercumbu dengan tugas-tugas lagi. Kesimpulannya : gue harus siap-siap mencret selama kuliah.

Jujur, banyak banget yang gue lakuin selama dua bulan ini. Termasuk banyak banget nonton-nonton film di laptop. Salah satunya film Hormones The Series yang berasal dari Tahiland. Eh, Thailand maksudnya. Lebih tepatnya itu bukan film sih, lebih ke arah series. Soalnya yang gue tonton ada beberapa episode, bukan satu film.

Itu bercerita tentang anak sekolah jaman sekarang banget. Masalah-masalahnya kental di keseharian kita. Pertengkaran antara murid dengan guru. Konflik masalah keluarga. Masalah persahabatan, cinta-cintaan, seks bebas, dan masih banyak lagi.

Yang  gue suka dari series itu adalah, sutradara Hormones The Series itu ngebawain alur ceritanya gak monoton, dibuat konflik yang rumit. Walaupun tema yang diambil selalu tentang kekerasan, seks bebas, dan pertengkaran, ending setiap episodenya selalu ada problem solving yang bagus. Selalu ada hal positif yang bisa diambil dari cerita tersebut. Ditambah lagi ada komedi yang diselipkan khas Thailand. Pokoknya buat kalian pecinta film atau drama, itu wajib banget di tonton.

Selain itu gue juga menghabiskan waktu liburan dengan main DotA 2. Jam tidur gue jadi kacau banget pas keranjingan main DotA. Gue berasa jadi kelelawar yang jam tidurnya nokturnal---tidur malem hari. Main dari malem-malem sampe jam enam pagi. Setelah itu tidur dari pagi sampe sore. Sumpah kacau abis.

Gak lupa, gue juga baca buku selama liburan. Tentunya gue baca buku novel, bukan buku rumus fisika. Soalnya gue masih sayang sama otak gue. Pernah tahun lalu pas masih SMA, gue baca satu jam rumus fisika. Beberapa menit kemudian keluar asap-asap cantik dari kepala gue. Yap, otak gue konslet.

Buku yang gue baca adalah Aleph. Penulisnya Paul Coelho berasal dari Brazil.  Buku itu membuat gue termenung beberapa saat setelah baca. Bercerita tentang pengalaman dia sebagai penulis buku yang bertemu dengan orang lain, setelah itu pergi ke waktu yang berbeda dengan menggunakan lingkaran hitam--- mirip mesin waktu. Nama lingkaran itu Aleph. Banyak kalimat yang artinya deep  banget. Sampe gue ngomong ke diri sendiri, “Anjrit. Keren banget.”

Buku yang kedua adalah buku dari Ayu Utami yang berjudul Saman. Gue belum baca sampe abis sih, tinggal 50 halaman lagi. Walaupun belum baca semuanya, gue udah jatuh cinta sama buku ini. Gaya penulisannya beda banget sama penulis lain yang pernah gue baca. Itu juga  ngebuat gue belajar pola penulisan yang baru.

Gue juga lagi iseng-iseng ikut lomba blog. Selain menambah pengalaman gue dalam tulis menulis, sekalin juga iseng-iseng siapa tau dapet hadiah. Kalian bisa baca tulisan lomba gue di postingan sebelumnya.

Pokoknya liburan kali ini gue liburan sekaligus belajar banyak hal.

Terakhir, dan yang paling penting, naskah yang udah gue kerjain dari bulan November tahun lalu akhirnya udah rampung. Selama liburan, hampir setiap hari gue ngedit-ngedit terus. Menurut gue masih banyak paragraf yang gak nyambung soalnya. Setelah gue edit, masih gue edit lagi. Dan beruntung, akhirnya sekarang udah selesai.


Naskah itu nanti tinggal di print, dan kasih ke penerbit. Semoga aja langsung keterima. Aamiin. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merasa asing

Gue merenungkan tulisan raditya dika dari bukunya mengenai koala yang berasal dari New South Wales, Australia. ceritanya begini, koala itu bermigrasi dari hutan tempat tinggalnya. beberapa bulan kemudian, ia kembali ke hutan tempat dia tinggal. namun, ternyata selama dia pergi, hutan yang pernah menjadi rumahnya ditebang, diratakan dengan tanah oleh para penebang liar. Si koala kebingungan kenapa tempat tinggalnya tidak seperti dulu. ia hanya bisa diam , tanpa bisa berbuat apa pun. ia duduk sendirian. memandangi sesuatu yang dulu sangat diakrabinya dan sekarang tidak dikenalinya. Sebenernya gue juga pernah merasakan hal yang dirasakan Si koala itu. 'sesuatu yang dulu sangat diakrabi dan sekarang seperti tidak dikenali'. tapi yang gue rasakan bukan kepada tempat seperti Si koala yang diceritakan diatas, tapi lebih kepada teman yang dulu pernah dekat, tapi sekarang udah tidak lagi. Salah satunya temen sd gue, Ibnu. Ibnu ini saudara dari saudara gue. jadi, gue punya ...

Boker diwaktu yang tidak tepat

Pada bulan bulan awal tahun 2011 pas gue smp dilewati dengan kegiatan kegiatan sekolah yang menyibukan. entah ada try out terus menerus yang hanya berselang seminggu, mengerjakan soal soal pelajaran yang akan di ujiankan tanpa henti, dan masuk sekolah jam 6 pagi atau yang biasa disebut jam 0 untuk belajar tambahan. ya itu semua dilakukan hanya untuk satu tujuan. lulus ujian nasional. "Ah ah ah ah   Ah ah ah ah Ah ah ah oh Ah ah ah ah I always knew you were the best the coolest girl I know"

Menulis Komedi

Gue termasuk salah satu penggemar hal-hal yang berbau komedi. Entah dari buku maupun film. Gue suka aja ketawa, karena dengan ketawa seolah-olah hidup jadi tenang dan damai. Masalah-masalah pun jadi hilang sementara. Karena keseringan baca buku komedi, gue suka cekikikan sendiri. Mereka orang yang ngeliat dari jauh pasti pada bingung ngeliat seseorang ketawa sendirian. Termasuk Nyokap. Gue pernah baca buku The Idiots buku dari Chetan Bhagat penulis asal India di ruang tamu. Gue ngakak terus baca buku itu. Nyokap yang ngeliat akan hal ganjil ini berkata, “Fal, kamu gak gila, kan ?” “Nggaklah ! Ini ketawa lagi baca buku. Bukunya lucu,” jawab gue kalem. Gue lanjut baca buku lagi. Kali ini ketawanya lebih ngakak daripada sebelumnya. “KAMU NOFAL, KAN ?” Nyokap panik. “KELUAR KAMU DARI BADAN NOFAL! DIA ORANG BAIK-BAIK!” Ya, gara-gara ketawa terus baca buku, gue dianggap kesurupan mahluk halus. Kenapa ya gue bisa ketawa ? Pasti ada formula penulisan yang membuat itu jadi lucu. Di s...