Langsung ke konten utama

Kacang jangan lupa sama kulit

Semester tiga diperkuliahan ini gue udah mulai ada kesibukan baru, ada kerjaan part-time. Banyak orang yang bertanya, kenapa gue harus kuliah sambil kerja ? jawabannya adalah udah mulai tambah umur, dan yang pasti harus tambah dewasa dari sebelumnya.

Pernah sesekali ketika gue minta uang ke orang tua, ada rasa malu pada diri gue sendiri. Kok udah gede, masih minta uang sama orang tua ya ? Itu pertanyaan yang selalu muncul dipikiran
Bukannya apa-apa, gue kerja juga buat ngurangin beban dari orang tua. Ya, walaupun gak banyak yang gue dapet, setidaknya udah berusaha. Alasan lainnya adalah karena kuliah juga butuh banyak biaya, entah dari tugas, uang untuk acara jurusan, maupun yang lainnya.
Otomatis, dengan kesibukan baru ini, waktu juga makin berharga. Harus pinter-pinter bagi waktu antara kuliah dengan kerja. Bukan cuman itu. Waktu buat temen sama keluarga juga harus dibagi. Pokoknya semua harus mendapatkan porsi yang seimbang. Gak boleh ada yang lebih.
Beda dengan dua semester yang lalu, sebelum dapet kerja, waktu gue lebih banyak dihabiskan buat main sama temen-temen. Bahkan, gue sering pulang sampe malem gara-gara main sama temen terus. Bisa dibilang waktu sama temen-temen lebih intensif. Itu juga yang membuat ada ikatan antara pertemanan. Suka duka selalu bersama.
Seperti pada postingan sebelumnya, kemarin-kemarin gue lagi sibuk organisasi sama jadi panitia sebuah acara. Waktu main sama temen jadi berkurang. Ngobrol pun jadi jarang. Paling misalnya ketemu, cuman sapa, terus lanjut kegiatan lagi yang gue lakuin.
Pernah suatu waktu gue lagi jalan sama temen ada urusan, eh, tiba-tiba ada temen yang lain manggil, “Pal, sini, main !” situasi saat itu gue lagi pengin menuju ke suatu tempat, tapi karena ada yang manggil, yaudah deh, gue ke sana dulu. Lagian udah lama juga gak ngobrol sama mereka.
Pas ke tempat temen yang manggil itu, gue langsung nongkrong, ngobrol-ngobrol. Gak berlangsung lama, kira-kira sepuluh menitan, temen gue yang manggil sebelumnya itu nyeletuk, “Pal, kacang jangan lupa sama kulit.”
Dalem.
Dia menyindir secara halus. Gue tau maksud dari ucapannya itu: jangan lupa sama temen-temen lama, misalnya udah ada kesibukan baru. Entah temen, kerjaan, maupun organisasi. Gue merenung. Mengolah kata demi kata. Kemudian, meresapkan kalimat tersebut ke dalam hati. Gue tanam baik-baik kalimat itu, jangan sampai lupa.
Apakah gue kesel disindir begitu ? Nggak.
Gue malah seneng kalo ada temen yang ngingetin kalo kita punya salah. Supaya kita bisa menginstropeksi diri kesalahan kita. Bukan malah menjauh tanpa bilang-bilang, dan kita sendiri malah gak tau salah kita dimananya.
Jujur, sekarang waktu sama temen-temen gak sebanyak dulu lagi. Bahkan berkurang drastis. Misalnya kalo ada yang ketemu, pasti mereka selalu nanya, “Pal lo kemana aja ?” dan biasanya gue jawab, “Sorry.
Apakah gue kangen main atau sekedar ngobrol sama temen ? jangan ditanya.
Gue selalu berusaha menyempatkan diri misalnya ada waktu luang buat main sama temen-temen, walaupun gak banyak. Ya, setidaknya ada hubungan yang masih terjaga. Jangan sampai terputus.
Yang gue butuhkan sekarang adalah temen yang supportif. Temen yang menerima apa adanya. Temen yang mendukung temennya misalnya dia melakukan kegiatan positif. Temen yang selalu mendorong temennya untuk maju. Temen yang selalu mengingatkan seandainya kita punya salah.
Kacang jangan lupa sama kulitnya. Kalo udah punya sesuatu yang baru, jangan lupa sama yang lama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Interview With Alita Biani (Kakaknya Tissa Biani)

Instagram/alitabiani Melihat artis di televisi rasanya sudah terlalu sering. Gegap gempita dunia hiburan. Popularitas yang naik hari demi hari. Privasi yang hampir sudah tidak ada lagi, karena hampir masuk acara gosip setiap hari. Itu yang membuat gue nggak penasaran dengan kehidupan para artis, toh, kehidupannya hampir semuanya kita ketahui di televisi . Belakangan ini, gue lagi suka melihat sosial media salah satu teman SMP,  Alita Biani .  Ia adalah seorang kakak dari  Tissa Biani , artis sinetron dan film. Hampir di setiap  insta-story  –nya selalu bersama sang adik. Dan ini perlahan membuat gue penasaran. Gimana sih, kehidupan kakak seorang artis dan apa rasanya ? Berbekal dengan jiwa jurnalistik terpendam di dalam dada, akhirnya gue memberanikan DM dia Twitter , bertanya apakah pengin diwawancara atau nggak. Bagai gayung bersambut, ternyata Alita membolehkan gue mengubek-ngubek kehidupan dia. Nggak usah berlama-lama, ini adalah hasil wawan...

KONSULTAMBAH

Setelah bermeditasi berminggu-minggu di dalam kamar mandi (baca: mencret gak sembuh-sembuh), gue menemukan sebuah ide brilian untuk inovasi blog gue. Seperti rubrik dalam majalah, gue akan membuat rubrik baru, namanya KONSULTAMBAH. KONSULTAMBAH merupakan singkatan dari Konsultasi Mbah. Layaknya seorang mbah dukun menjawab pertanyaan dari pasiennya, di sini gue akan menjadi Mbah yang akan menjawab pertanyaan yang masuk dari pembaca. Masih bingung ? bentar, gue berubah jadi Mbah dulu. … Kamu sering ketemu orang gila ? Kamu suka mencret-mencret selama satu tahun ? Atau pacar kamu suka selingkuh sama belalang ? Jangan resah, jangan takut, jangan boker sembarangan. Tenang, Mbah punya solusinya. Di sini, Mbah akan menjawab pertanyaan atau keresahan apa yang sedang kamu alami dengan cerdas dan tolol. Di bawah ini ada beberapa testimoni setelah ke KONSULTAMBAH : “Sebelum saya ke KONSULTAMBAH, makanan anak saya hanya bakso biasa, sehingga prestasinya selalu menurun. Setel...

Tukeran Link

Di postingan kali ini, gue pengin nge- share alamat blog temen-temen gue. Biar blog gue sama temen-temen banyak yang baca juga hehe. Tapi, kalo kalian pengin tukeran link juga sama gue, silahkan komen di bawah atau email gue aja ya. Syaratnya cumin satu aja, alamat blog gue udah ditaruh di blog kalian dulu. Nanti baru gue taruh di sini. Terima kasih :D - https://landastanpabatas.blogspot.com (Herdi Alif Hakim) - https://relative19.blogspot.com (Hotlas Mora Sinaga) - https://worldthroughmyeyeglasses.wordpress.com (Elva Mustika Putri) - https://gamalmuhammad.blogspot.co.id (Gamal Muhammad Adam)