Langsung ke konten utama

Minggu-Minggu Sibuk


 Gila. Minggu-minggu sibuk udah mulai menghampiri. Kepala gue mau ubanan.

Sebenernya minggu kemarin gue udah mau nulis rutinitas di blog, supaya setiap minggu ada postingan. Tapi apa daya, gue ada kegiatan ospek yang harus dijalanin, dan perlengkapan yang harus dibawa juga lumayan banyak. Otomatis gue gak bisa nulis sama sekali (lebih tepatnya tepar duluan di kasur) karena harus nyiapin perlengkapan dan kebugaran fisik.

For Your Ingus, gue udah masuk kampus dari tahun lalu melalui ujian masuk gelombang dua. Kebijakan rektor saat itu, mahasiswa yang keterima lewat gelombang dua, harus ikut ospek tahun depan. Yang kalo dinalarkan secara logika, berarti tahun ini.

Temen-temen yang udah ospek duluan, pernah cerita-cerita tentang kegiatannya apa aja. Kebanyakan dari mereka kedengeran horror semua. Seperti disuruh push-up sama sit-up gak karuan sama orang militer. Ospek di kampus gue emang sebagian dilakuin di Rindam Jaya, tempat orang melatih militer.

Pokoknya yang semua ceritanya sengsara semua. Makan harus cepet. Kalo makannya belum habis, tapi waktunya udah mepet, biasanya langsung diteriakin sama pelatihnya, “TELEN PAKE AER! DORONG PAKE AER! DORONG!” Pelatihnya gak jauh beda sama dokter yang nyuruh ibu-ibu hamil melahirkan.

Terus juga, katanya cuman dikasih air minum sedikit, gak sesuai dengan kegiatan yang memerlukan banyak tenaga sekaligus ngeluarin keringet. Dengan otak cemerlang, untuk mengatasi masalah yang dihadapi, temen-temen gue biasanya minum pake air keran. Cerdas. 

Tapi pas pulang langsung diare semua.

Dari omongan-omongan itu, otak gue langsung ter-mindset: diospek sama militer itu kejam.
Ternyata setelah menjalani satu minggu penuh untuk ospek (sama orang militer dan juga senior), omongan temen-temen gak terbukti. Makanan dan minuman yang dikasih berlimpah. Gak banyak hukuman-hukuman verbal. Cuman ada beberapa hukuman fisik sih, kayak push-up sama sit-up, tapi menurut gue itu lebih kepada melatih kedisiplinan.

Kesamaan ospek tahun ini sama tahun kemarin cuman satu: sama-sama capek

Setelah ospek, bukannya santai, sekarang gue malah tambah sibuk. Harus mempersiapkan acara jurusan yang akan berlangsung tiga hari nanti. Terus juga ada kegiatan gebyar UKM (ekskul) yang mengharuskan ngajak mahasiswa baru masuk ke dalam UKM yang gue jalanin sekarang. 
Ditambah lagi, gue harus ngajar pas pulang kampus.

Dengan kegiatan sebegitu banyaknya, sepertinya otak gue mulai menyusut.

Waktu terasa berharga banget sekarang. Harus pinter-pinter bagi waktu, terutama waktu untuk menulis lagi. Udah dua minggu gak nulis apa-apa, rasanya kangen banget sama keyboard. Ini aja lagi menjamah dia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merasa asing

Gue merenungkan tulisan raditya dika dari bukunya mengenai koala yang berasal dari New South Wales, Australia. ceritanya begini, koala itu bermigrasi dari hutan tempat tinggalnya. beberapa bulan kemudian, ia kembali ke hutan tempat dia tinggal. namun, ternyata selama dia pergi, hutan yang pernah menjadi rumahnya ditebang, diratakan dengan tanah oleh para penebang liar. Si koala kebingungan kenapa tempat tinggalnya tidak seperti dulu. ia hanya bisa diam , tanpa bisa berbuat apa pun. ia duduk sendirian. memandangi sesuatu yang dulu sangat diakrabinya dan sekarang tidak dikenalinya. Sebenernya gue juga pernah merasakan hal yang dirasakan Si koala itu. 'sesuatu yang dulu sangat diakrabi dan sekarang seperti tidak dikenali'. tapi yang gue rasakan bukan kepada tempat seperti Si koala yang diceritakan diatas, tapi lebih kepada teman yang dulu pernah dekat, tapi sekarang udah tidak lagi. Salah satunya temen sd gue, Ibnu. Ibnu ini saudara dari saudara gue. jadi, gue punya ...

Boker diwaktu yang tidak tepat

Pada bulan bulan awal tahun 2011 pas gue smp dilewati dengan kegiatan kegiatan sekolah yang menyibukan. entah ada try out terus menerus yang hanya berselang seminggu, mengerjakan soal soal pelajaran yang akan di ujiankan tanpa henti, dan masuk sekolah jam 6 pagi atau yang biasa disebut jam 0 untuk belajar tambahan. ya itu semua dilakukan hanya untuk satu tujuan. lulus ujian nasional. "Ah ah ah ah   Ah ah ah ah Ah ah ah oh Ah ah ah ah I always knew you were the best the coolest girl I know"

Menulis Komedi

Gue termasuk salah satu penggemar hal-hal yang berbau komedi. Entah dari buku maupun film. Gue suka aja ketawa, karena dengan ketawa seolah-olah hidup jadi tenang dan damai. Masalah-masalah pun jadi hilang sementara. Karena keseringan baca buku komedi, gue suka cekikikan sendiri. Mereka orang yang ngeliat dari jauh pasti pada bingung ngeliat seseorang ketawa sendirian. Termasuk Nyokap. Gue pernah baca buku The Idiots buku dari Chetan Bhagat penulis asal India di ruang tamu. Gue ngakak terus baca buku itu. Nyokap yang ngeliat akan hal ganjil ini berkata, “Fal, kamu gak gila, kan ?” “Nggaklah ! Ini ketawa lagi baca buku. Bukunya lucu,” jawab gue kalem. Gue lanjut baca buku lagi. Kali ini ketawanya lebih ngakak daripada sebelumnya. “KAMU NOFAL, KAN ?” Nyokap panik. “KELUAR KAMU DARI BADAN NOFAL! DIA ORANG BAIK-BAIK!” Ya, gara-gara ketawa terus baca buku, gue dianggap kesurupan mahluk halus. Kenapa ya gue bisa ketawa ? Pasti ada formula penulisan yang membuat itu jadi lucu. Di s...