Langsung ke konten utama

Postingan

Bosan

“Syif,” kata gue, “gue mau cerita, nih. Sekarang gue lagi suka sama satu cewek. Terus gue ketemu orang baru, dan gue suka sama orang baru itu. Menurut lo gimana ?” Saat itu gue lagi mengendarai motor untuk pulang ke rumah. Gue naik motor sama Syifa, temen kampus, yang duduk di belakang. Kita berdua habis menjadi panitia dalam sebuah acara kampus. Kebetulan gue sama dia mendapat tugas yang sama, koordinasi lapangan. Jadi, gue berangkat bareng ke tempat acara sama Syifa, dan gue pulang bareng sama dia. Kalo lagi naik motor berdua, cowok maupun cewek, entah kenapa gue lebih suka ngobrol daripada diem sepanjang perjalanan. Membahas apa aja yang terlintas di otak. Tapi,   waktu itu, kata-kata yang keluar dari ujung bibir gue adalah pengin ngomongin hal yang berbau cinta dan sebagainya. “Maksudnya ?” tanya Syifa, masih bingung. “Maksud gue, menurut lo, gue salah gak kalo suka orang lagi ?” “Gak salah juga, sih. Menurut gue, lo seharusnya usahain dulu orang yang pertam...

Bertambahnya Anggota Keluarga (Kucing)

Di rumah gue melihara dua kucing, berjenis kelamin jantan dan betina. Gue melihara mereka berdua dari bayi sampai besar. Tapi, dari kecil, mereka gak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya. Bapaknya entah kemana saat mereka lahir. Sedangkan, ibunya melarikan diri dari rumah untuk kawin lagi dengan kucing garong lain. (Ngomong-ngomong, kok, cerita kucing gue kayak sinetron ya ?) Belakangan ini, kucing yang betina perutnya makin lama makin membuncit. Bokap yang melihat akan hal itu, langsung bilang ke gue, “Fal, liat tuh, perut kucing yang cewek makin besar. Terus, puting susunya juga jadi berwarna pink. Itu tandanya dia lagi hamil, Fal….” Entah kenapa, setelah Bokap ngomong kayak begitu, gue jadi lebih suka nyolek-nyolek puting susu kucing yang betina. Berbeda dengan kucing betina yang suka main keluar-luar rumah (sehingga menyebabkan hamil), kucing yang berkelamin jantan lebih suka berdiam diri di rumah. Kerjaannya cuman makan, boker, tidur, makan, boker, tidur, b...

Deadline Tugas !

Halo ! Untuk menyambung postingan sebelum-sebelumnya, gue mau ngasih tau, kalo gue sekarang punya blog lain, yang isinya mengenai tulisan –tulisan sastra. Silahkan main ke abdurrahmanaufal.wordpress.com atau silahkan klik sub menu bertuliskan “ TULISAN LAIN ”. By the way,   gue punya tugas dari dosen untuk meliput hasil observasi dari kecelakaan lalu lintas sesuai fakta peristiwa. Kalo meliput sesuai fakta peristiwa, berarti gue harus melihat kejadian/peristiwa tersebut secara langsung, gak boleh mendengar cerita dari temen, maupun mendengar dari polisi. Dan kampretnya adalah,   gimana gue bisa ngeliat kecelakaan lalu lintas secara langsung ? Gue harus nunggu di jalan sampe ada kecelakaan ? It’s impossible. Setau gue kecelakaan terjadi di waktu yang tidak sangka-sangka. Kecuali gue yang sengaja nyelakain orang. Ada temen yang nanya, “Pal, lo mau ngerjain observasi kecelakaan lalu lintas dimana ?” “Kayaknya, gue bakal nongkrong di pinggir jalan, deh” “Kalo ...

Journalist Camp Part 1

Di kampus, gue ikut Unit Kegiatan Mahasiswa (ekskul) GEMA. GEMA adalah singkatan dari Gerakan Mahasiswa, yang isinya terkadang membuat majalah kampus, menyebarkan poster-poster tulisan di MADING, dan lain sebagainya. Di dalamnya terdapat divisi reporter , divisi editor , divisi marketing , dan divisi artistic . Gue memililih divisi editor, karena emang gue suka di bidang tulis-menulis. Hari jum’at sampai hari minggu kemarin, GEMA ngadain acara journalist camp untuk para anggota baru. Journalist camp adalah acara nginep selama tiga hari, yang fungsinya untuk menempa para MABA (Mahasiswa Baru) untuk menjadi anggota GEMA yang baik sesuai divisi masing-masing. Asik, katanya sih begitu. Sebelum berangkat ke puncak, gue ngumpul dulu sama temen-temen yang ikut. Kita berkumpul di dalam kantin, makan supaya di sana gak kelaperan. Di sela-sela melahap makanan masing-masing, gue nanya, “Eh, lo pada bawa shampoo sama sabun gak ?” “Nggak, gue cuman bawa gosok gigi aja. Nanti, kan, di...

Nulis, Nulis, dan Nulis

Halo pembaca setia blog gue ! (Kalo emang ada yang baca). Sekarang gue lagi sibuk ngumpulin tulisan-tulisan lama gue dari blog, maupun diary bodoh gue sendiri. Beberapa tulisan nanti ada yang gue re-writing (tulis kembali) dan yang lainnya hanya gue edit, supaya enak dibaca dan dimengerti. Lalu , gue buat naskah, dan kirim ke salah satu penerbit buku yang gue impikan dari dulu. Entah diterima atau nggaknya, liat nanti aja. Uhuy ! Emang, salah satu impian gue dari dulu adalah pengin banget bikin buku. Tapi pas gue coba, ternyata susah banget. Harus ada beberapa tahapan untuk bias bikin buku novel. Yaudah, gue bikin yang paling gampang dulu : ngumpulin diary. Anyway , gue juga lagi belajar nulis sastra. Semacam puisi gitu, tapi bukan puisi juga sih. Soalnya kalau bikin puisi harus ada kaidah-kaidahnya setau gue. Dan itu ribet. Banget. Kadang, gue nulis sastra tersebut dalam bentu...

Kejadian di Balik Tugas

Belakangan ini, tugas dari dosen mulai menumpuk.Terutama saat sebelum UTS, hampir semua dosen ngasih tugas untuk dikerjain di rumah.Karena tugas yang banyak, Fadil --temen sekelas gue -- akhirnya jadi sering main ke rumah gue untuk ngerjain tugas.Seperti minggu kemarin, setelah pulang liputan dari café Wapress, Jakarta Selatan, dia mau nginep di rumah gue. Setelah liputan di café Wapress, kita berdua pulang bareng, tapi beda motor. Kita menyusuri ruas jalan Jakarta dengan pe rlah an.Semilir angin malam membuat badan menjadi sejuk.Hanya beberapa kendaraan yang melintas di jalanan.Jalanan terlihat sepi.Kalau setiap hari jalan raya sepi kayak gini, gue bisa kencing sambil kayang di tengah jalan raya. Kita berdua nggak tahu sama sekali jalan di daerah Jakarta. Jadi, untuk bisa sampai rumah gue yang di Citayam, gue memakai GPS untuk mengetahui jalan.Sedangkan, Fadil mengikuti dari belakang.Aturan yang paling mendasar saat jalan berbarengan adalah yang nggak tahu jalan harus di belak...

Kriteria Istri Idaman

Satu minggu yang lalu, dosen mata kuliah bahasa Inggris gue ngasih tugas untuk latihan melamar kerja dengan bahasa Inggris. Diantaranya adalah pengenalan diri, membuat peta dari rumah ke kampus, dan kriteria pasangan idaman. Gue bingung sama tugas yang terakhir, apa hubungannya kriteria pasangan idaman sama lamaran kerja ? Seandainya nanti beneran ada, gue gak kebayang alasan penolakan yang terjadi pada diri gue nanti. Mungkin seperti ini, “Maaf, lamaran kerja kamu saya tolak. Karena kriteria istri idaman kamu rendahan.” Itu dalem. Menurut gue, mencari pasangan itu nggak harus pakai kriteria. Karena semakin banyak kriteria, semakin susah juga untuk mendapatkan pasangan ideal yang kita inginkan. Tapi walaupun nggak pakai kriteria, setidaknya kita juga harus milih-milih. Nggak mungkinkan, kita milih pasangan yang pakai celana sepaha dan suka naik motor bertiga  di sore hari ? Sebenernya gue bingung banget untuk nulis tugas “Kriteria Istri Idaman” tersebut. Tapi karena tu...